Yuk Kenali Tanda-Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Sejak dahulu,mungkin kita sudah tidah asing dengan kekerasan fisik, kekerasan fisik dapat dengan mudah kita kenali tanda-tandanya.Namun bagaimana dengan kekerasan emosional? Padahal kekerasan emosional sama berbahayanya dengan kekerasan fisik. Hanya sedikit dari kita yang mengenal emotional abuse atau kekerasan emosional. Bahkan lebih parahnya lagi banyak orang yang tidak sadar, bahwa dirinya mengalami emotional abuse ini dalam suatu hubungan. Selain itu terkadang si pelaku pun tidak sadar bahwa dirinya melakukan emosional abuse kepada pasangan yang membuatnya menderita secara emosional. Emosional abuse ini juga berbahaya apabila terus dilanjutkan bisa berakibat fatal, di mana bisa menyebabkan , depresi, ketakutan yang tidak beralasan, gangguan mental,menyakiti diri sendiri, dan lain sebagainya. Yul mari kita kenali tanda-tanda yang paling menonjol dari emotional abuse 

  1. Pelaku mengancam mengambil sesuatu yang berharga dari kamu. Seperti ponsel, atau uang atau benda kesayangan kamu lainnya. Selain itu, pelaku juga bisa mengancam kamu untuk menyebarkan ke teman-temanmu atau keluargamu segala sesuatu yang bersifat pribadi tentang kami. Misalnya menyebarkan foto pribadimu atau hal lainnya sehingga kamu merasa malu.
  2. Melanggar Ruang Privacy kamu ,Kamu berhak memiliki ruang privacy yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun termasuk pasangan kamu. Satu hal yang mungkin kamu bisa pikirkan baik-baik. Bukankah hubungan yang baik didasari oleh rasa kepercayaan? Apabila dia tidak memercayai kamu dengan adanya ruang privacy-mu, bagaimana mungkin dia bisa memercayai kamu untuk hal-hal lainnya?
  3. Pelaku kerap merusak barang-barang milikmu, Pelaku dapat merusak atau dengan sengaja menghilangkan barang yang kamu sukai untuk menunjukkan bahwa mereka berkuasa atas kamu, dan membuat kamu merasa terancam apabila tidak mengikuti keinginannya.
  4. Pelaku akan selalu menyalahkan kamu dan menyuruhmu untuk diam.Dia selalu menuduhmu dan mencari-cari kesalahanmu. Bisa saja ini untuk menutupi perbuatan busuknya. Pelaku pintar memutarbalikkan fakta yang ada, dan pada akhirnya membuat kamu merasa bersalah kepadanya.

Dari keempat contoh diatas,masih banyak lagi ciri-ciri kekerasan emosional, apabila kamu mengalami satu di antaranya atau bahkan beberapa bentuk emosional abuse dalam hubunganmu, maka cobalah berbicara terlebih dahulu dengan pasanganmu baik-baik. Jika masih tidak ada perubahan, maka kamu harus meninggalkan pelaku untuk kesehatan mental kamu. Ingat,kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, so tunggu apa lagi? Akhiri hubungan toxicmu sekarang!.(Grisella Stefany,Mahasiswi London School of Public Relations Jakarta)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response