Wisata Bukit Batu Butuh Penanganan Profesional

 

Matamatanews.com-Sampit—Tahukah Anda sala satu tempat rekreasi Wisata Sejarah Bukit Batu di Kasongan,Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah yang terkenal dan kerap dikunjungi masyarakat dari berbagai pelosok daerah itu? Sebagai penikmat wisata  pasti tahu, bahwa  wisata sejarah Bukit Batu bukan saja memiliki keunikan  sebagai persinggahan bagi para pengendara,namun juga kental dengan berbagai  wisata alam bernuansa magis.

Untuk bisa masuk ke wisata ini, cukup merogoh kocek dua ribu rupiah,plus seribu rupiah bila membawa  kendaraan . Selain murah,  taman reakreasi ini menyimpan banyak napak tilas sejarah  gubernur pertama Kalimantan Tengah,yaitu Tjilik Riwut. Menurut cerita, ditempat inilah Tjilik Riwut bertapa. Dan sesuai  namanya Bukit Batu, kawasan ini banyak dijumpai  batu besar dari zaman megalitikum dengan beragam bentuk.

Untuk sampai ke taman wisata yang  diresmikan oleh Gubernur Warsito pada 17 Mei 1996 silam ini,memang pengunjung harus menempuh sekitar 70 kilometer perjalanan dari ibukota Palangkaraya.Di gerbang utama,pengunjung akan disambut dengan satu batu besar yang bertuliskan,” Kalimantan Membangun Tjilik Riwut “ dan sebuah pendopo untuk berdo’a. Di Tempat inilah konon Tjilik Riwut melakukan napas tilas dan pertapaannya,sehingga nuansa metafiskanya masih bisa dirasakan.

Kawasan wisata ini selain menjadi tempat persinggahan bagi pengendara untuk melepas penat saat melintas di jalan trans Kalimantan, juga dapat dijadikan sarana pembuang jenuh setelah seharian beraktivitas.Sebagai  kawasan wisata terkenal di Kalimantan Tengah,terutama di Kasongan,kabupaten Katingan yang menyimpan banyak sejarah di dalamnya,seharusnya  tempat wisata ini ditangani secara profesional.

Sampah yang berseliweran  dan banyaknya coretan tangan  diatas batu  mengurangi pesona dan keindahan alam sekitar yang masih asri dan alami. Sebagai kawasan yang masih asri dan berhawa segar,Wisata Bukit Batu ini seharusnya menjadi salah satu ‘kantung kas pemasukan’ Pemerintah Kabupaten Katingan. Sampah yang berseliweran bukan saja merusak keindahan ,tetapi juga menunjukan masih minimnya kesadaran pihak pengelola dalam menangani masalah ini.

“Kebetulan dua hari lalu habis ada acara artis dari jakarta,sehingga petugas kami kelelahan untukmembersihkannya.”kilah salah seorang PNS Disbudpar setempat yang menolak ditulis namanya.

 “Sebenarnya biola ditangani secara benar dan serius,kawasan ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kalimantan Tengah. Apalagi kawasan ini berdekatan dengan kawasan penangkaran orang utan Nyaru Menteng yang selalu menjadi favorit dari para turis asing yang ingin berkunjung ke Kalimantan Tengah.” Ujar Fahrul salah seorang warga Tanah Bumbu,Kalimantan Selatan yang kebetulan mampir di tempat wisata tersebut.

Bukan sampah saja yang merusak  pemandangan dan minim penanganan, bahkan urusan buang air kecil seperti toilet pun masih minim tersedia. Akibatnya aroma tak sedap dan  bau pesing yang menyergap hidung tak bisa dihindarkan dari beberapa sudut di lokasi wisata ini. Sebagai kawasan wisata dan menjadi salah satu daya tarik  wisatawan,baik lokal maupun mancanegera,sudah saatnya pemerintah setempat melakukan pengawasan dan langkah positif  berupa perbaikan, sehingga taman Wisata Bukit Batu ini menjadi andalan wisata utama bagi Kabupaten Katingan.” Karena kawasan ini tepat berada di pinggir jalan utama trans Kalimantan yang selalu di lalui banyak orang dari berbagai daerah,baik dari Palangkaraya maupun Kalimantan Selatan.Tempatnya strategis,” lanjut Fahrul menutup pembicaraan dengan Parlin Silitonga dari Matamatanews.com yang mengaku akan melanjutkan  perjalanan menuju Tanah Bumbu,Kalimantan Selatan.

Meski belum  ideal dan masih terdapat sampah yang berseliweran serta minimnya toliet, akan tetapi kita harus mengakui bahwa kawasan wisata Bukit Batu yang disebut sebagai kawasan asri, alami dan berhawa segar tidak berlebihan.Apalagi, kudapan kecil dan segarnya  kelapa muda menambah orisional dan iklim sekitarnya yang dingin disertai hembusan angin mendayu di pintu masuk Bukit Batu ini.Siapa mau mencoba,hayo? (Parlin Silitonga/Samar)

sam

No comment

Leave a Response