WHO : Hepatitis B Dan C Ancaman Mematikan Kesehatan Publik

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Dalam laporan yang dirilis Reuters, Jum’at (21/04/2017) pekan lalu PBB melaporkan penderita hepatitis B dan C diperkirakan mencapai 325 juta dengan angka kematian akibat virus tersebut semakin meningkat.

Menurut laporan World Health Organization (WHO) kasus ini dianggap sebagai ancaman mematikan untuk kesehatan publik. Hepatitis membunuh 1,34 juta orang di tahun 2015, angka itu hampir sama dengan angka kematian karena HIV dan tuberculosis (TB).

“ Kontras dengan HIV dan TB. Kematian akibat hepatitis bertambah tinggi, dari tahun 2000 hingga 2014 bertambah 22 persen,” terang WHO.

Hepatitis sering terjadi tanpa gejala. Namun, tipe B dan C dapat memicu sirosis hati serta kanker jika tidak ditangani. Kurangnya kesadaran yang terinfeksi mendorong penyebaran virus tersebut.

Hepatitis B yang biasanya menyebar melalui cairan tubuh seperti darah dan air mani, hanya 9 persen yang terinfeksi menyadari status kondisi mereka. Sementara, untuk hepatitis C yang menyebar melalui darah, hanya 20 persen dari mereka yang sadar akan kondisi mereka.

WHO menyebutkan kurangnya akses untuk menguji serta cuti berobat, jutaan orang berisiko alami progresi perlahan untuk mengidap penyakit hati kronis, kanker dan kematian.

Masalah hepatitis B ialah masalah kritis di wilayah bagian Pasifik sebelah barat termasuk Cina, Malaysia dan Asia Tenggara. Diperkirakan 115 juta orang di daerah tersebut memiliki virus ini. Wilayah terparah kedua yakni Afrika, dengan 60 juta kasus hepatitis B.

Sedangkan, hepatitis C yang dikenal belum ada vaksinnya, biasa menyebar melalui penyuntikan tidak aman yang biasa dilakukan para pengguna obat terlarang tersebat di wilayah Eropa dan Mediterania sebelah timur dengan angka 14 dan 15 juta di masing-masing wilayah.

WHO mencoba menaikkan respons global hepatitis dengan target menangani 80 persen penderita hepatitis di seluruh dunia pada tahun 2030. (Adith/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response