Warga Cina Tanam Benih Cabai Berbakteri

 

Matamatanews.com, BOGOR – Petugas kantor imigrasi kelas 1 Bogor berhasil mengamankan warga Cina yang berjumlah empat orang terkait pelanggaran izin tinggal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa warga Cina tersebut melakukan penanaman secara ilegal yakni menanam benih cabai yang telah terinfeksi bakteri pengganggu tanaman karantina.

Keempat warga Cina tersebut diketahui sudah sebulan lebih mengolah lahan seluas 4.000 meter persegi untuk menanam benih cabai ilegal. Lokasi penanaman cabai tersebut tersembunyi di sebuah perbukitan yang berlokasi di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 5.000 batang tanaman cabai, dua kilogram benih cabai, satu kilogram benih bawang daun dan sawi hijau. Tanaman cabai yang berhasil disita positif mengandung bakteri erwinia chrysanthemi yang termasuk dalam kategori organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) golongan 1 dan belum pernah ada di Indonesia.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin mengatakan, bakteri tersebut dapat menyerang tanaman sejenis seperti cabai, bawang dan kentang. Selain itu, bakteri tersebut kemungkinan dapat merusak atau menggagalkan produksi hingga 70 persen dari total tanaman yang berada di sekitar.

Sementara itu, menurut mantan Menkumham, Yusril Ihza Mahendra, kasus penanaman cabai yang mengandung bakteri berbahaya yang dilakukan warga Cina di Bogor sudah masuk kategori tindakan subversif atau infiltrasi untuk melemahkan perekonomian negara.

Semua barang bukti yang berhasil diamankan telah dimusnahkan di Instalasi Karantina Hewan Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta pada hari kamis (8/12/2016). (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response