The Wall Street Journal Sebut Iran Selundupkan Senjata Ke Yaman

 

Matamatanews.com, YAMAN—Meski Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 lalu telah memberlakukan embargo terhadap milisi Syi’ah Houthi Yaman, namun tampaknya tidak membuat kelompok tersebut gentar. Hari Sabtu (8/1/2022) lalu, The Wall Street Journal dalam laporannya menyebutkan bahwa PBB baru saja menyita ribuan senjata di Laut Arab yang diduga berasal dari pelabuhan di Iran.

Senjata tersebut,tulis The Wall Street Journal diduga selain diselundupkan ke Yaman juga tempat lain.Seperti diketahui, Yaman dilanda perang saudara sejak tahun 2014 ketika kelompok Houthi  yang didukung Iran melawan pemerintah sah dan diakui dunia internasional.

Sebenarnya Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai pemimpin koalisi Arab sudah lama mencurigai Teheran memasok senjata ke kelompok Houthi, namun tuduhan itu dibantah Iran.

Mengutip laporan rahasia oleh panel ahli Dewan Keamanan PBB tentang Yaman, Journal menulis bahwa kapal dan transportasi darat digunakan untuk menyelundupkan senjata buatan Rusia, China dan Iran ke Yaman.

Senjata-senjata itu termasuk peluncur roket, senapan mesin dan senapan sniper, yang telah disita oleh Angkatan Laut AS dalam beberapa bulan terakhir.

Kapal yang digunakan untuk mengangkut senjata telah berangkat dari pelabuhan Jask di Iran tenggara, menurut laporan PBB, berdasarkan wawancara dengan awak kapal dan data dari instrumen navigasi di atas kapal, kata The Wall Street Journal seperti dikutip Dhaka Tribune.

Wakil menteri informasi kelompok pemberontak membantah Iran menyelundupkan senjata ke Yaman, menurut Journal, dan Teheran mengatakan senjata itu tidak dijual atau diangkut ke negara itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran di Yaman telah membuat pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara di ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa.

Riyadh mengatakan intervensi 2015 di Yaman ditujukan untuk mencegah sekutu Iran mengambil alih kekuasaan di depan pintunya.

PBB memperkirakan perang Yaman akan secara langsung atau tidak langsung menewaskan 377.000 orang pada akhir tahun.Lebih dari 80% dari populasi sekitar 30 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan. (bar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response