W-18 Narkoba Paling Mematikan Asal Sungai Mekong

 

 

Matamatanews.com, Perth- Bukan rahasia umum, bahwa Morfin atau Heroin ialah jenis narkoba yang berbahaya. Namun apakah Anda mengetahui bahwa ada jenis narkoba yang paling mematikan didunia ? Ya, saat ini ada narkoba yang paling mematikan, yaitu W-18. Narkoba ini mempunyai dampak 10.000 kali lipat daripada morfin atau heroin. Barang haram ini ditengarai telah beredar di negeri kanguru (Australia), Penjagaan Perbatasan Australia (ABF) telah menyita narkoba tersebut,pada Senin 5 September 2016.

Menurut Kepala ABF, Roman Quadvlieg, narkoba jenis W-18 jauh lebih mematikan daripada opioid fentanyl, "Fentanyl bukan yang paling berbahaya," ujar dia seperti dikutip koran "The Daily Telegraph", "Ada beberapa jenis derifatif di luar sana yang belum diketahui namanya. Analog kimia yang disebut dengan W, lebih ampuh (efek candunya-red) daripada fentanyl," katanya.

Sampai saat ini otoritas Australia, berkolaborasi dengan otoritas Amerika Serikat dan Kanada sudah beberapa kali menyita fentanyl. Sangat jelas bahwa ada candu yang  sangat dahsyat dampaknya sehingga berujung kematian. W-18 juga dikenal dengan "beans" (kacang) dan "shady 80s"--memiliki efek lebih kuat daripada fentanyl. Narkoba ini berbentuk pil dan bubuk, dinamai W-18 karena termasuk komponen zat W-1 hingga W-31.

“W” sendiri diambil dari nama Brent Warren, salah satu peneliti beberapa jenis narkoba di tahun 80-an. Celakanya, sekali dikonsumsi, W-18 tidak bisa dideteksi di aliran darah. Narkoba yang masuk ke Australia, menurut Roman, mayoritas dipasok dari Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menemukan adanya desa di kawasan tepi Sungai Mekong, yang mengandalkan penghasilan semua penduduknya dari produksi barang haram berupa candu. Untuk mengelabui petugas, narkoba biasanya dikirim bukan lewat kargo laut,tetapi lewat paket kiriman berukuran masing-masing 10 kilogram melalui berbagai perusahaan pengiriman paket via udara seperti DHL, FedEx, TNT, dan UPS.

Untuk mengambil paket tersebut, para bandar narkoba menggunakan mahasiswa  asal Tiongkok. Mereka tidak menyadari apa yang mereka terima, dari tiap paket yang diterima, mereka mendapatkan upah 100 hingga 200 dollar (setara Rp 1 juta -Rp 2 juta -red). Setelah paket narkoba mereka terima, nantinya ada kurir dari bandar narkoba yang  mengambil paket tersebut. (Did/Berbagai Sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response