Vonis Perkara Narkoba PNS Di Tunda?

 

Matamatanews.com, TANGERANG – Selayaknya jaksa penuntut umum (JPU) Ria Risdiana mengikuti agenda sidang putusan yang akan digelar pengadilan negeri Tangerang, namun JPU mila dari kejari tiga raksa, mewakili JPU Ria Risdiana, dengan mudahnya menunda karena alasan tahanan (terdakwa Hendra koswara) tidak dibawa. Kenapa? padahal wartawan yang meliput dipengadilan tangerang sudah menunggu dan menjawab tantangan JPU Ria Risdiana untuk menulis berita dan meliput persidangan.

Terkesan JPU mencoba menghindari dari wartawan, selayaknya Jaksa Agung Muda pengawas untuk mengawasi dan memeriksa perkara ini mengingat tuntutan JPU Ria Risdiana yang menggunakan pasal 127 ayat (1) huruf a UU  nomor 35 tahun 2009 terkesan janggal karena terdakwa ditangkap tidak sedang menggunakannarkoba, melainkan polisi menemukan narkoba dirumah terdakwa. Mengapa JPU menggunakan pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009  tentang narkotika. Ada apa?

Untuk diketahui, JPU Ria Risdiana dari Kejati Banten perkara menuntut 1 (satu) tahun penjara dihadapan ketua majelis hakim, Sri Widodo,SH karena melanggar pasal  127 ayat (1) huruf a UU  nomor 35 tahun 2009 memang menarik perhatian wartawan yang meliput di pengadilan negeri tangerang. Selain status terdakwa sebagai pegawai negeri yang seharusnya memberi contoh pada pegawai lainnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ria Risdiana dari Kejati Banten sempat beberapa kali menunda pembacaan tuntutan.

Pada persidangan terungkap, polisi SatNarkoba polda Banten menangkap terdakwa Hendra koswara setelah mendapat informasi dari masyarakat, bahkan selama 1 minggu polisi mengintai terdakwa. Baru pada tanggal 7 Desember 2016 jam 11.30 malam WIB, terdakwa ditangkap saat berdiri dipinggir jalan dikampung Cariu Desa Telaga Sari Kecamatan Balaraja kabupaten Tangerang. Setelah diintrogasi, kemudian terdakwa dibawa kerumahnya untuk dilakukan penggeledahan. Polisi berhasil menemukan 1 buah alat hisap sabu, satu pipet kaca berisi Kristal warna putih berat 0,00073 gram. Dihadapan polisi, terdakwa mengaku membeli narkoba shabu dari Fajar (DPO,red) sehari sebelum ditangkap seharga Rp. 500.000 rupiah. (Tony Gunawan)

sam

No comment

Leave a Response