Virus Korupsi Tengah Menerpa Kota Malang

 

Matamatanews.com, JAKARTA –  Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka dalam kasus korupsi. Kali ini, Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Muhamad Areif Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi anggaran Pemkot Malang tahun anggaran 2015-2016.

Tak hanya Arif, pejabat di Pemkot Malang juga terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang tidak menyebutkan siapa pejabat tersebut.

Rabu malam (09/08/2017), dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian, penyidik KPK datang dan melakukan penggeledahan rumah dinas Ketua DPRD Kota Malang di Jalan Panji Suroso, Kota malang.

Dikutip dari Tempo, Saut mengatakan, “Ketua DPRD sama Dinas Pekerjaan Umum, atau apa. Saya lupa detailnya,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menggeledah ruang kerja Walikota Malang, M. Anton dan Walikota Malang, Sutiaji. Tak hanya itu, KPK juga menggeledah ruang kerja kepala Dinas PU dan Tata Ruang Malang, Hadi Santoso. Namun, saat melakukan penggeledahan diruang kerja Walikota Malang, Anton sang Walikota tidak berada ditempat.

“Penggeledahan berkaitan dengan Perkara DPRD Malang, tersangka M. Arief Wicaksono, dan kawan-kawan,” ungkap Saut.

Saat disinggung siapa lagi pejabat yang terlibat dalam kasus itu, Saut belum mau membocorkan.

Sementara, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut ada penyelenggara negara yang ditetapkan sebagai tersangka, “Ada sejumlah tersangka yang sudah ditetapkan. Tentu sesuai kewenangan KPK, kami memproses penyelenggara negara yang ada di Kota Malang,” kata Febri.

Febri menjelaskan, penetapan tersangka setelah ditemukan minimal dua alat bukti, sehingga KPK dapat meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Menurutnya, pihak penyidik sudah melakukan sejumlah penggeledahan dan penyegelan di Kota Malang. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response