Vaksin Covid-19, Seberapa Aman Dan Siapkah ?

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan, vaksin saat ini telah dikembangkan dan diupayakan oleh berbagai negara dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Pengadaan vaksin menurutnya, harus mempertimbangkan faktor efikasi/kekhasiatan dan keamanannya, mengabaikan kedua faktor tersebut dapat memunculkan permasalahan baru di kemudian hari.

Sementara Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed dr.Yudhi Wibowo,MPH  menjelaskan bahwa penyebab Covid-19 adalah Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), termasuk ke dalam golongan beta-coronavirus. Beta-coronavirus ini menurutnya telah melompat dari binatang (kelelawar) ke manusia dan telah menyebabkan 3 wabah di dunia yaitu SARS-CoV (tahun 2002-2003), Middle East Respiratory Syndrome-Coronavirus (MERS-CoV) tahun 2012 dan SARS-CoV-2 (2019 sampai saat ini) dalam 2 dekade. 

"SARS-Cov-2 ini sangat mudah menular dengan inhalasi (proses saat menghirup oksigen melalui hidung dan masuk ke paru-paru) melalui droplet (cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk atau berbicara) atau aerosol, kontak langsung, dan fomite (sentuhan benda-benda tercemar), " terang dr.Yudhi.

Tim Ahli Satgas Covid-19 PemKab Banyumas ini menambahkan, pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari 8 bulan dan banyak negara telah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya. Upaya yang telah dilakukan meliputi pembuatan regulasi dan implementasinya, lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang pada akhirnya dikenalkan istilah Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK), disinfektasi, promosi pentingnya melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak minimal 2 m, dan mencuci tangan ), upaya meningkatkan kapasitas Testing, Tracing, Treatment dan Isolating (3T & I), dan upaya penyediaan vaksin. 

Masyarakat dunia menaruh harapan terakhir kepada ketersediaan vaksin Covid-19 ini. Lalu seberapa siapkah vaksin Covid-19 sampai saat ini, apakah pandemi Covid-19 akan berakhir dengan vaksinasi, Seberapa aman dan efektif vaksin Covid-19 dan lainnya masih menjadi pertanyaan.

Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan, digunakan untuk vaksinasi (menurut KBBI).Vaksinasi kata dr.Yudhi merupakan cara menciptakan kekebalan atau imunitas didapat secara aktif artifisial. 

"Imunitas adalah kemampuan tubuh manusia untuk mentoleransi keberadaan materi alami dalam tubuh dan menyingkirkan (mengeliminasi) bahan (substansi) asing tersebut. Strategi pengembangan vaksin Covid-19 (platform vaksin) meliputi vaksin dari virus inaktivasi,  vector virus, virus dilemahkan, vaksin DNA, partikel menyerupai virus, dan subunit protein virus, " terangnya..

Ahli Epidemiologi Lapangan (Field Epidemiology) ini memaparkan, pengembangan vaksin membutuhkan waktu lama sekitar 12-15 tahun, khusus vaksin Covid-19 dipersingkat menjadi 18 - 24 bulan. Menurut WHO, per tanggal 29 Oktober 2020, terdapat 44 kandidat vaksin yang masuk fase uji klinis, dan sebagian yang masuk uji klinis fase 3. Sementara terdapat 154 kandidat vaksin Covid-19 masih di tahap pre-klinik. Oleh karena sebagian kandidat vaksin Covid-19 masih dalam uji klinis fase 3, maka belum dapat disimpulkan efektivitas, efikasi, serta keamanannya. 

"Yang diharapkan oleh masyarakat dunia adalah vaksin yang aman, efektif dan efikasi, mampu memberi kekebalan alami artifisial dalam jangka panjang sehingga berhasil menciptakan herd immunity. Berdasarkan Herd Immunity threshold  (HIT), jika angka reproduksi dasar (R0) Covid-19 = 3, maka HIT = 1 – 1/3 = 66,7%. Dengan demikian paling tidak sebesar minimal 70% penduduk Indonesia yang harus divaksinasi untuk mendapatkan herd immunity," jelasnya.

Lanjutnya, vaksin sampai saat ini belum siap, sambil menunggu vaksin tersedia, diperkirakan bulan Maret/April 2021, vaksin sebenarnya saat ini adalah 3M. Bahkan saat ini 3M diganti menjadi 3W yaitu wajib memakai masker, wajib menjaga jarak minimal 2 m, dan wajib mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik. 

"Hindari 3 R yaitu berada di ruang sempit, rumpi, dan ramai-ramai, jika dalam ruangan perhatikan ventilasi, durasi, dan jarak. Dengan protokol kesehatan yang ketat, maka dapat memutus rantai penularan Covid-19 secara efektif dan melindungi diri sendiri dan orang lain tertular Covid-19., "kata dr.Yudhi mengakhiri. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response