Upaya Perkuat Posisi Presiden, Erdogan Setujui RUU Reformasi Konstitusi

 

Matamatanews.com, TURKI – Jum,at (10/01/2017) Presiden Tayyip Erdogan menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) reformasi konstitusi untuk mengadakan referendum nasional yang akan membuat posisi presiden lebih kuat.

Dalam siaran televisi TRT yang dikelola pemerintah, wakil perdana menteri, Numan Kurtulmus mengatakan referendum nasional tersebut akan diselenggarakan pada 16 April 2017 mendatang.

RUU itu akan memberdayakan presiden untuk membubarkan parlemen, menyatakan keadaan darurat, mengeluarkan dekrit serta menunjuk setengah anggota badan peradilan tertinggi di negara itu dan RUU juga akan memungkinkan Erdogan untuk memangku jabatan sampai 2019. Jabatan perdana menteri akan diganti dengan satu wakil presiden atau lebih dari satu.

Menurut pemerintah, perubahan yang akan menghapuskan jabatan perdana menteri itu akan memastikan kepemimpinan yang lebih efektif. Namun, para pengecam mengatakan perubahan itu akan membuka jalan bagi pemerintahan oleh satu orang.

Pada Januari lalu, parlemen Turki telah menyetujui konstitusi 18 pasal untuk membuat wewenang presiden sejalan dengan presiden di Amerika Serikat dan perancis.

Reformasi yang diusulkan itu didukung oleh mayoritas legislator di parlemen, tetapi tidak mencapai jumlah yang diperlukan untuk berlaku tanpa suara publik. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response