Upaya Membangun Kekuatan Ekonomi Dan Politik Ummat Islam

 

Matamatanews.com, JAKARTA  - Di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ), semua pekerja perusahaan besar nasional , asing, Parpol , Ormas Besar, Pejabat Tinggi negara, sipil, militer, polisi, tokoh Nasional, Akademisi, Peneliti maupun penemu berbagai bidang, MAYORITAS ADALAH UMMAT ISLAM. Begitu pun yang miskin duniawi, seperti pelaku kriminal, yang berpendidikan rendah, pengangguran,yang imannya lemah dan yang wawasannya kurang luas MAYORITAS JUGA UMMAT ISLAM. 

Jadi tinggal ditata dengan baik agar ummat Islam yang unggul menolong ummat Islam yang tertinggal. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh ulama yang benar - benar ahli dan berahlak mulia sehingga Allah Subhanahu Wa ta’ala  sudi menolongnya.

Saya pribadi jauh dari kriteria itu, saya sangat dangkal ilmu agamanya, tidak bisa bahasa Arab dan baca Al Qur'an dengan benar, jadi tidak pantas memimpin umat Islam.

Kalau untuk bidang - bidang tertentu yang saya ahlinya, insya Allah bisa saya pimpin, tapi untuk jadi Imam Besar MUTLAK harus orang yang benar - benar mumpuni dalam praktek dan teori agama. 

Secara pribadi saya sudah punya beberapa jabatan di yayasan pendidikan dan organisasi sosial, total yang diurus oleh lembaga lembaga tersebut lebih dari 25 ribu orang. Jadi saya sudah selesai dengan diri saya. Sekarang saya dengan sahabat - sahabat dari Yayasan Nurul Haq yang punya akses ke sumber - sumber dana besar, MENCOBA mengerjakan bisnis - bisnis besar sebagai upaya untuk mendapatkan dana - dana besar yang bisa kami manfaatkan untuk ibadah skala besar.

Mimpinya adalah menolong sebanyak - banyaknya ummat Islam khususnya dan ummat manusia umumnya. Bagi sahabat yang sudah selesai dengan dirinya dan mau fokus beribadah untuk tabungan akhirat, sebaiknya carilah dana sebesar besarnya. 

Saat ini ada 100 juta lebih umat Islam yang hidup dibawah garis kemiskinan. Mereka termasuk orang orang fakir yang terancam kufur. Jika punya dana besar, maka kita bisa menolong saudara - saudara yang fakir tersebut. Insya Allah dengan tata kelola yang baik, kita bisa mensejahterakan saudara - saudara yang susah tersebut. 

Untuk tahap awal saya fokus bersinergi dengan grup Nurul Haq, saya sudah diangkat sebagai komisaris perusahaan mereka. Jadi saya tidak akan ikut dengan kelompok manapun sebelum ada proyek milik grup Nurul Haq yang goal. 

Terkait dengan yayasan dan ormas yang saya ikut jadi pendiri atau pengurusnya, semua sudah diurus tim yang peofesional, jadi saya tidak repot - repot ikut campur. Saya yakin Insya Allah upaya grup Nurul Haq akan berhasil, tanda - tandanya sudah ada. Wallahu a'lam bissawab. (Penulis : Imbang Djaya, Pengamat Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response