Upaya Cegah Persaingan Pemerintah Akan Atur Tarif Batas Taksi Online

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Mulai 1 April mendatang pemerintah akan mengatur standar tarif batas atas dan bawah taksi berbasis aplikasi online seperti Gojek, Grab dan Uber dan Pemerintah daerah (Pemda) diminta menetapkan besaran tarif berdasarkan tingkat perekonomian masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai hal yang terpenting dari pengaturan tarif taksi online oleh pemda bukan bertumpu pada tinggi-rendah tarif tersebut. Namun, penentuan tarif mampu menciptakan standar persaingan antar sesama pelaku usaha di bidang penyedia jasa transportasi, baik taksi online maupun taksi konvensional.

“Saya tidak mau komentar mahal atau tidak mahal, yang penting lebih ke level of playing field,” ujar Darmin di kantornya, Selasa (21/3).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyatakan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek ialah untuk menghindari konflik persaingan antara perusahaan taksi konvensional dan taksi online sejak pamor taksi online kian naik di kalangan masyarakat.

“ Intinya, ada dinamika yang berujung kekerasan, konflik. Untuk itu kita laksanakan sosialisasi Permenhub Nomor 32 ini yang intinya agar aturan baru ini menjadi lebih tertib dan bisa selesaikan masalah ini,” ungkap Budi.

Dalam revisi aturan tersebut, pemerintah akan mengatur soal tarif batas atas dan bawah, pembatasan jumlah, STNK berbadan hukum, kapasitas mesin kendaraan, pengujian berkala, tempat menyimpan kendaraan, bengkel, pajak, akses dashboard, dan sanksi. (Adith/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response