Untuk Perlambat Penyebaran Virus Corona Pakistan Terjunkan Militer

 

Matamatanews.com, ISLAMABAD, PAKISTAN—Dalam upaya memerangi dan memperlambat penyebaran virus corona, Senin (23/3/2020) lalu, pemerintah Pakistan memberikan wewenang penuh kepada militer untuk mengambil tindakan tegas. Pengumuman yang dikeluarkan kementerian dalam negeri itu bertujuan untuk mengurangi angka korban dan kematian pandemi virus corona.

Pengerahan militer ke berbagai wilayah di Islamabad selain memberikan bantuan logistik,juga menyediakan pasokan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, termasuk diminta untuk memberlakukan jam malam pada saat krisis semakinmemburuk.Menurut para pengamat di Pakistan, peranan militer sangat dibutuhkan dalam mengatasi pandemi virus corona, karena masih banyak masyarakat yang mengabaikan peringatan tentang perlunya  menjaga jarak.

Sejak kelahiran Pakistan pada tahun 1947, militer telah menjalankan pemerintahan langsung untuk sekitar setengah dari sejarah negara itu, yang paling baru di bawah Jenderal Pervez Musharraf yang merebut kekuasaan pada tahun 1999 selama hampir satu dekade.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian dalam negeri mengatakan "senang mengizinkan" penempatan pasukan "memadai", tergantung kebutuhan.Perintah datang ketika otoritas kesehatan mengkonfirmasi 805 kasus coronavirus sejauh ini, termasuk enam kematian.

Para pejabat Pakistan telah memberikan saran yang bertentangan tentang tindakan terbaik melawan virus corona. Perdana Menteri Imran Khan berargumen bahwa negara miskin tidak mampu membayar jenis penguncian skala besar yang diterapkan di Barat, dengan mengatakan orang yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak akan mampu menghidupi diri sendiri tanpa bekerja.

Tetapi dua provinsi Pakistan yang paling padat penduduknya yaitu Punjab dan Sindh - rumah bagi sekitar 160 juta orang - telah mengeluarkan dekrit penguncian mereka sendiri untuk periode awal dua minggu.

Konstitusi Pakistan memungkinkan pemerintah sipil untuk meminta bantuan militer jika terjadi bencana dan bencana alam, seperti setelah gempa bumi 2005 yang menewaskan lebih dari 73.000 orang.(cam/berbagai sumber/al mugtama magazine)

 

redaksi

No comment

Leave a Response