Untuk Melawan Korupsi dan Pasar Gelap India Tarik Uang Pecahan 500 dan 1000 Rupee

 

Matamatanews.com,NEW DELHI—Untuk melawan korupsi dan pasar gelap akhirnya pemerintah India menarik uang  500 dan 1000 rupee dari pasaran.sejak tengah malah 8 November 2016 lalu, uang tersebut tidak bisa lagi dijadikan sebagai alata pembayaran di India.Demonetisasi uang  500 dan 1000 rupee tersebut diumumkan Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato televisi dihari yang sama.

Dalam pengumuman, Modi menyatakan peredaran uang 500 dan 1000 rupee dari seri Mahatma Gandhi tidak sah dan mengumumkan penerbitan uang 500 dan 2000 rupee dari seri Mahatma Gandhi baru sebagai pengganti uang kertas lama. Demonetisasi dilakukan untuk menghentikan pemalsuan uang kertas yang diduga akan digunakan untuk mendanai terorisme ,selain itu untuk menghilangkan uang gelap di India.

Sebelumnya, langkah serupa diambil setelah kemerdekaan India. Pada bulan Januari 1946, uang 1000 dan 10.000 rupee ditarik dan uang 1000, 5000 dan 10.000 rupee kembali diedarkan pada tahun 1954. Pemerintahan Koalisi Partai Janata kembali mendemonetisasi uang 1000, 5000 dan 10.000 rupee pada 16 Januari 1978 sebagai upaya untuk menghentikan pemalsuan dan uang gelap

Pada 28 Oktober 2016, total nilai uang yang beredar di India sebesar ₹1.777.000  crore ( US$ 335,85 miliar). Dalam hal nilai, laporan tahunan dari Reserve Bank of India tanggal 31 Maret 2016 menyatakan bahwa total uang kertas yang beredar senilai ₹1.642.000 crore (US$310,34 miliar) yang hampir 86% (yaitu ₹1.418.000 crore (US$268 miliar)) terdiri dari uang kertas 500 dan 1000 rupee. Dalam hal volume, laporan tersebut menyatakan bahwa 24% (yaitu ke 2,203 crore) dari total 9026.6 crore uang kertas beredar di negara.

Setelah pengumuman oleh Perdana Menteri, gubernur Reserve Bank of India (RBI), Urjit Patel mengadakan siaran pers mengenai prosedur untuk menukar uang 500 and 1000 rupee . Pada 8 November, selain pemberitahuan denominasi tersebut tidak berlaku, terdapat pemberitahuan yang lain seperti:

  1. Warga mempunyai waktu sampai 30 Desember 2016 menukar uang lama dengan mata uang yang lebih rendah dengan ID yang valid di setiap bank atau kantor pos dan sampai 31 Maret 2017 untuk menukar uang tersebut di kantor RBI khusus dengan mengisi formulir pernyataan.
  2. Semua ATM ditutup mulai tengah malam 8 November 2016. ATM akan difungsikan kembali pada 11 November 2016 setelah diatur ulang untuk mengeluarkan uang kertas dengan denominasi 50 dan 100 rupee.
  3. Bank disarankan untuk memberikan layanan penarikan tunai di ATM dengan bebas biaya untuk pengguna sampai 30 Desember 2016. Bank dapat menetapkan batas penarikan di ATM 2000 rupee per hari per kartu, untuk semua pengguna, sampai 18 November 2016. Semua bank akan tetap ditutup untuk umum pada 9 November 2016.

Namun, pengecualian diberikan kepada pom bensin, stasiun pengisian CNG, rumah sakit pemerintah, layanan pemesanan tiket kereta api dan pesawat terbang, dan krematorium untuk menerima uang 500 dan 1000 rupee hingga 11 November. Bandara Internasional dapat memfasilitasi penukaran uang senilai ₹5.000 (US$ 94,5) untuk wisatawan asing.

Patel juga memberitahukan bahwa keputusan ini telah dibuat enam bulan yang lalu dan pencetakan uang kertas 500 dan 2000 yang baru telah dimulai. Namun perubahan ini hanya diketahui oleh pejabat tinggi di pemerintahan, lembaga keamanan, dan bank sentral.

Reaksi Publik

Keputusan ini mendapat pujian dan kritik oleh ekonom, pakar lain, dan masyarakat umum. Tepat setelah berita menyebar, sejumlah besar rakyat bereaksi di media sosial seperti Twitter. Beberapa bankir seperti Arundhati Bhattacharya (Presdir State Bank of India ), Chandra Kochhar (MD & CEO ICCI Bank ) dan Deepak Parekh (Presdir  HDFC) mengapresiasi langkah ini yang akan membantu mengurangi uang gelap.

Pengusaha Anand Mahindra (Mahindra Group), Sajian Jindal  (JSW Group ) dan Kunal Bahl ( Snapdeal dan FreeCharge) menyambut baik keputusan ini yang akan mempercepat penyebaran e-commerce. Namun, Ketua Menteri Bengal Barat Mamata Banerjee  menyebut kebijakan ini sebagai "drama" dan menuliskan pada twitter "tak berperasaan dan kebijakan yang akan merugikan rakyat biasa dan kelas menengah atas nama anti-korupsi yang palsu".Juru bicara n Kongres Nasional India randeep Surjewala menyambut baik langkah ini tetapi menunjukkan ketakutan akan konsekuensi yang terjadi.

Di Gujarat, penjualan emas meningkat pada 9 November dengan peningkatan 20-30%. Persimpangan jalan bebas hambatan utama di jalan bebas hambatan Gujarat dan Delhi-Mumbai juga mengalami antrean panjang karena petugas tol menolak uang kertas lama. (samar/disarikan dari berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response