Untuk Hilangkan Stigma Buruk, Bekasi Darurat Pendataan Urban

 

Matamatanews.com, BEKASI—Cerita Bekasi dan seabrek masalah yang masih butuh penangan serius tampaknya mengusik rasa keingintahuan Ketua Forum Warga Kawasan Industri (FWKI) Ir.H.Nurrohman Qosim.Menurutnya, kondisi Kabupaten Bekasi saat ini sudah sangat memprihatinkan hingga butuh perhatian dan penangan serius, terutama dari pihak berwenang di dalamnya.

Kini bukan lagi sekedar jalan rusak dan berlubang yang harus menjadi perhatian pemerintah terutama para pejabat di Kabupaten Bekasi, akan tetapi persoalan urban yang terus meningkat setiap tahunnya, juga harus menjadi skala prioritas penanganannya sebelum pesta demokrasi dilansgungkan pada 2024 mendatang.

Dari data yang ada menyebutkan, bahwa angka populasi penduduk Bekasi  terakhir  berkisar 3,899 juta (2020), sementara angka perbaikan per 1 Nov 2018 mencapai 3,500,023.Sementara akurasi kaum urban yang bermukim dai Kabupaten Bekasi sejauh ini masih absurd datanya alias remang-remang.

“ Jumlah urban di Bekasi saat ini bisa mencapai 10 persen, sedangkan jumlah penduduk bekasi hanya sekitar 5.300 ribu.Lalu pertanyaannya dari urbanisasi itu? Ya, dari para karyawan yang ada.Karena selama ini yang disensus itu hanya warga lokal, sementara  urban itu tidak pernah disentuh,” kata Nurrohman, membuka perbincangannya dengan Matamatanews.com dibilangan Kota Wisata, Cibubur, pada Minggu (19/12/2021) lalu.

Ia yakin, sejauh ini pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi tidak memiliki data yang akurat tentang urban terutama para karyawan yang tersebar diberbagai pabrik maupun perusahaan di wilayahnya.

“ Saya sangat yakin, pihak Pemda tidak memiliki data yang akurat tentang urban, seperti ada berapa jumlah pekerja asing  dan berapa pekerja asal daerah, termasuk mahasiswa atau pelajar yang kost di Bekasi. Karena tidak ada atau belum didata secara maksimal, maka selalu sulit mendeteksi para urban yang ada di Bekasi. Akibatnya Bekasi selalu dijadikan tudingan miring,semisal bahwa teroris bersembunyi di Bekasi.Padahal bila terdata rapi,  rasanya sulit bagi urban untuk menjadikan wilayah Bekasi sebagai persembunyian aktivitas terlarangnya,” ungkap Nurrohman.

Prinsipnya kata Nurrohman, Bekasi itu butuh tata kelola ulang dan sentuhan tangan profesional agar terlihat lebih chatching serta berwibawa.Sebagai contoh, pabrik Epson yang memiliki pekerja sekitar 14 ribu orang , namun identitas para pekerja itu belum terdata secara utuh.

Disinggung soal pendataan ulang terhadap para pekerja yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, Direktur Utama PT.Kobra Jaga Negara ini mengaku setuju.Karena dengan adanya pendataan ulang, nanti akan terlihat perbedaan angkanya antara urban dan penduduk lokal

“ Dengan adanya pendataan ulang, maka kita bisa tahu berapa jumlah urban dan berapa jumlah penduduk lokal yang  ada saat ini.Dan pada akhirnya bila angkanya sudah terlalu tinggi, pada akhirnya Bekasi layak dipecah menjadi dua Kabupaten,” tegas Nurrohman, pria kelahiran 4 Mei 1974 di Bekasi ini, serius.

Ada yang bilang bahwa data urban yang ada saat ini belum valid hingga Bekasi belum layak untuk dipecah menjadi Kabupaten, Anda setuju dengan pendapat itu?

“ Bukan sekedar belum valid, tetapi memang belum ada dan saya miris sejauh ini Bekasi dijuluki sebagai daerah yang mudah disusupi teroris dan itu terjadi karena tidak adanya pendataan yang maksimal dilakukan.”

Anda setuju dengan pernyataan bahwa Bekasi saat ini darurat urban?

“Saya setuju dan sekarang saya minta Disnaker untuk melakukan pendataan yang detil, siapa dan darimana asal mereka.Karena sejauh ini belum ada  form atau data para tenaga kerja baik karyawan maupun pemiliknya, termasuk manager maupun lainnya.Kalau data itu ada, maka akan mudah kita mengetahui jumlah tenaga kerja asli maupun lokal di Bekasi pada umumnya.”

Apa saja yang dianggap darurat untuk ditangani serius saat ini, terutama di Kabupaten Bekasi?

“ Pertama masalah urban, dan kedua pendataan. Plt Bupati harus segera memberi instruksi kepada kepala desa (Kades) untuk melakukan pendataan warganya, sehingga angka atau jumlah urban dan penduduk lokal akan diketahui secara utuh.”

Estimasi urban yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi saat ini berapa menurut Anda?

“ Estimasi saya ada sekitar tujuh sampai sepuluh juta orang,” pungkas Sekretaris Jenderal Himpunan Lembaga Pelatih Seluruh Indonesia, Nurrohman Qosim.(samar)

 

 

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response