Unsoed Peduli Lombok, Kebangkitan Masyarakat Lombok Pasca Gempa

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengungkapkan tahun 2018 lalu saat bencana gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Unsoed hadir membersamai kebangkitan warga masyarakat untuk kembali melanjutkan kehidupan dengan penuh semangat melalui Gerakan Unsoed Peduli Lombok.

Saat perbincangan antara Einstein dengan Humas Unsoed Peduli Lombok Dyah Susanti,SP,MP diungkapkan bahwa berbeda dengan "bantuan gempa" yang umum dilakukan. 

"Unsoed Peduli Lombok yang digagas oleh Prof.Ir. Totok Agung, DH.,M.P.,Ph.D. dan diketuai oleh Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Si.,Akt.,Ph.D ini menempatkan kembalinya mata pencaharian warga masyarakat Lombok sebagai bentuk trauma healing yang paling utama pasca gempa. Diantaranya melalui penanaman motivasi, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat selain menyalurkan bantuan yang mendesak diperlukan, " kata Dyah Susanti.

Dyah memaparkan pada bulan Oktober 2018 telah dilakukan pelatihan budidaya padi di 3 lokasi, Dusun Keluncing Desa Teratak Kec. Batukliang Utara, Lombok Tengah, Desa Gegerung Kab. Lombok Timur dan Kec. Tanjung Kab. Lombok Utara. Bantuan benih padi Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed 79 Agritan juga telah diberikan selain bahan bangunan untuk hunian sementara bagi 40 kepala keluarga, sembako, alat tulis, dan alat permainan edukatif, tenda darurat untuk sekolah, sumbangan untuk pembangunan tempat ibadah, dan waqaf mushaf Al Qur'an dari para dermawan keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah. 

Dyah menambahkan pendampingan pasca kunjungan dilaksanakan oleh relawan Keluarga Alumni Unsoed (KAUNSOED) Bali Nusra (Ibu Enggar Daratiwi, S.Sos. alumni FISIP Unsoed angkatan 1986) dan kawan-kawan dari Tim LPPM Unram.  

"Memandang perlunya sinergi dan keberlanjutan program Unsoed Peduli Lombok, telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara LPPM Unsoed dan LPPM Unram mengenai Pemanfaatan Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Pemulihan Kondisi Pasca Gempa Lombok pada tanggal 30 Oktober 2018, "papar Dyah.

Unsoed Peduli Lombok Tahun 2019

Dyah menambahkan bahwa pada tahun 2019, tepatnya setahun pasca gempa, masyarakat Lombok ternyata masih "banyak" yang belum bisa pulih dalam menjalani kehidupan. 

"Sebagian masih tinggal di hunian-hunian sementara, dan beberapa warga belum bisa kembali menekuni matapencaharian sebelumnya, " ungkapnya.

Melanjutkan implementasi kerja sama menurutnya, Tim Unsoed Peduli Lombok yang dipimpin oleh Prof. Ir. Totok Agung, DH.,M.P.,Ph.D. beserta 5 anggota tim yakni Dr. Tjahjo Winanto, S.P., M.P. Dr. Tyas Retno Wulan, S.Sos, M. Si., Dyah Susanti, S.P., M.P., Agus Riyanto, S.P., M.Si. dan Sri Wijayanti, S.Sos., M.Si, kembali berkunjung ke lokasi-lokasi terdampak gempa 03 - 04 Oktober 2019 di antaranya ke Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat. 

Adapun program-program yang dilaksanakan sebagai berikut:

1. Agenda kerja hari pertama (3/10/19) yakni Kunjungan Tim Unsoed Peduli Lombok dengan kegiatan :

a. Seminar Nasional

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah berperan serta dalam Seminar Nasional Saintek LPPM Unram pada tanggal 03 Oktober 2029. Memenuhi permintaan LPPM Unram, Prof. Totok Agung, DH, M.P., Ph.D. hadir sebagai keynote speaker dalam acara seminar nasional tersebut dengan judul Membangun Sistem Pertanian Terintegrasi Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan di Era Revolusi Indistri 4.0. Pada sesi panel ini, Prof. Totok berhasil membangkitkan semangat dan kesadaran peserta seminar bahwa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, bangsa Indonesia perlu bersama-sama membangun kekuatan dan sinergi dari berbagai aspek, yaitu ipteks (ilmu, teknologi, dan seni), sumber daya manusia, regulasi, dan kelembagaan yang lebih pro kesejahteraan rakyat secara terintegrasi dan sinergis.

Pada sesi paralel, dua dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Agus Riyanto, S.P., M.Si dan Dyah Susanti, S.P., M.P. juga lolos seleksi makalah dan berkesempatan menyampaikan diseminasi hasil riset kepada para peserta seminar nasional tersebut. 

b. Koordinasi Unsoed - Unram

Sesi rehat siang pada seminar nasional tersebut menjadi momentum untuk melaksanakan koordinasi dengan LPPM Unram terkait implementasi kerja sama Unsoed dan Unram tentang pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan kondisi pasca gempa Lombok. 

Ketua LPPM Unram, Muhammad Ali, Ph.D dan Sekretaris LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. IGP Muliarta Aryana menyambut hangat Tim Unsoed Peduli Lombok. Bersama sama merancang program terpadu yang dilaksanakan selama 2 hari termasuk penugasan tim peneliti/dosen Unram untuk mendukung pelaksanaan dan pendampingan program yang diinisiasi Unsoed di beberapa lokasi. 

Untuk program bidang pertanian, Prof. IGP Muliarta Aryana dan Dr. Bambang Budi Santosa dari Unram yang ditugaskan mengawal Prof. Ir. Totok Agung, DH,MP., Dyah Susanti, SP., MP., dan Agus Riyanto, S.P., M.Si. dari Unsoed dalam program alih teknologi produksi benih padi  bersertifikat dan pengenalan beras fungsional. Sedangkan untuk bidang kelautan dan perikanan, ditugaskan Dr. Sadikin Amir dan Bagus Dwi, S.P,. M.P. dari Unram yang mendampingi dan melajutkan program yang dilaksanakan oleh Dr. Tjahjo Winanto, S.P., M.Si. dari FPIK Unsoed tentang pengembangan teknologi budidaya rumput laut dan hasil laut lainnya.

c. Pelatihan Rumput Laut

Kegiatan selanjutnya pada hari tersebut adalah pelatihan pengembangan teknologi budidaya rumput laut dan hasil laut lainnya di Desa Malaka, Kec. Pemenang, Kab. Lombok Utara. Prof. Totok, Pak Tjahjo dari Unsoed dan Tim Unram memberikan wawasan dan motivasi kepada sekitar 50 nelayan tangkap untuk terus berusaha bangkit, salah satunya dengan budidaya komoditas kelautan dan perikanan. Karena jika hanya mengandalkan tangkapan, akan sulit berkembang. Kelompok nelayan peserta penyuluhan semangat mencoba budidaya rumput laut. Rencana Unsoed akan membantu bibit rumput laut dan instalasi budidaya tipe long line untuk demplot. Pendampingan teknologi lebih lanjut akan dilaksanakan oleh para dosen Unram.

2. Implementasi kerja sama pada hari kedua, Jumat (4/10/19)

a. Produksi Benih Padi

Jumat pagi dilaksanakan program alih teknologi produksi benih padi  bersertifikat dan pengenalan beras fungsional di Dusun Keluncing, Desa Teratak, Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah.

Khusus petani Keluncing tahun 2018 yang lalu telah menanam dua varietas padi Unsoed, yaitu Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed 79 Agritan. Keduanya dipanen oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Lombok Utara dengan produksi lebih tinggi dibanding varietas lain yang pernah ditanam petani setempat, sehingga petani ingin menanam lebih lanjut. Untuk itu tim Unsoed Peduli Lombok mengajak petani untuk belajar produksi benih bersertifikat kembali. Antusiasme petani pada sesi penyampaian materi yang disampaikan Prof. Totok, Prof. Muliarta dan Dyah Susanti diakhiri dengan terbangunnya tekad kelompok tani untuk memproduksi benih padi di bawah koordinasi dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Lombok Utara dan tim Unsoed-Unram. 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan benih label putih kelas Foundation Seed/FS/Benih Pokok  yang dapat menghasilkan benih kelas Stock Seed dan Extention Seed untuk dapat disebarluaskan ke masyarakat yang membutuhkan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bantuan dana saprodi untuk produksi benih bagi kelompok tani dan sumbangan pembangunan masjid untuk mempercepat penyelesaiannya.

b. Trauma Healing

Kegiatan terakhir roadshow trauma healing "ala Unsoed Peduli Lombok ditutup dengan acara penyerahan bantuan pembangunan tempat ibadah dan penanaman semangat anak Lombok pasca gempa di Desa Gunturmacan, Kec. Gunungsari, Kab. Lombok Barat pada 4 Oktober 2019 jam 20.30 - 23.00 WITA. Di lokasi ini, tim Unsoed Peduli Lombok terhenyak saat bertemu anak-anak kecil yang bersemangat dan pemberani luar biasa. Tidak nampak khas anak desa yang malu-malu dan takut untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi, semua murah senyum dan suka bertanya apapun. Dan yang lebih mengharukan, ternyata selepas Shalat Isya' mereka rutin ikut membangun masjid dengan tangan-tangan mungil mereka. Membawa pasir, batu kali, dan batu bata untuk digunakan para bapak membangun masjid di malam hari, karena pagi hingga sore mereka umumnya mencari nafkah. Ikhtiar agar masjid segera berdiri kokoh untuk dimakmurkan. 

Di lokasi ini disampaikan bantuan dana pembangunan masjid, mushaf Al Qur'an, dan pemotivasian bagi anak-anak agar terus semangat menjalani hidup dan membangun impian yang mengantarkan mereka sukses di kemudian hari.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Dosen FISIP Unsoed Dr.Tyas Retno Wulan dan Tim - Sri Wijayanti,S.Sos.MSI. di beberapa lokasi di Lombok khususnya bagi anak buruh migran agar tetap bertahan hidup dengan baik dan memiliki semangat untuk sukses di masa depan. 

Menurut Dyah, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok dan berbagai wilayah nusantara  untuk kembali pulih dari trauma pasca bencana. 

"Terima kasih para donatur dan relawan serta pihak-pihak yang telah mendukung Gerakan Unsoed Peduli Lombok. Semoga menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita di Lombok untuk kembali dan terus bangkit, dan memberikan kesadaran dan motivasi untuk terus mengasah kecendekiawanan dan jiwa sosial  melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu, teknologi dan seni, "tambah Dyah.

Dyah berharap, semoga kontribusi Unsoed Peduli Lombok yang diinisiasi pada tahun 2018 lalu oleh Keluarga Alumni Pascasarjana (Kapas) Unsoed  dan Program Pascasarjana Unsoed  menjadi Gerakan Unsoed Peduli Lombok oleh rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S. menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua pihak untuk menebar kebaikan di manapun dan kapanpun.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response