Unsoed Peduli Bencana Banjir Di Jabodetabek Dan Banten

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, sebagaimana umumnya disambut antusias oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun ada yang berbeda dirasakan warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) termasuk juga warga Banten. Mereka diliputi suasana duka berkait dengan musibah bencana banjir yang menerjang wilayah mereka. 

"Hujan yang mengguyur sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 mengakibatkan banjir. Di daerah hulu air hujan membandang menerjang hingga memicu longsor,  menimbulkan kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya. Di hilir air menggenang, membajiri daerah-daerah rendah dan mengisolasi warga dalam penderitaan, " ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Tim Unsoed Peduli Banjir Dyah Susanti menjelaskan, menyadari kondisi ini Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membentuk Tim Unsoed Peduli Bencana Banjir Jabodetabek dan Banten untuk mewadahi semua elemen Unsoed yang tergerak untuk berkontribusi meringankan korban banjir di berbagai wilayah. 

Siswandi yang juga Tim Unsoed Peduli Banjir memaparkan bahwa sebelumnya, Unsoed melalui Pusat Mitigasi Bencana LPPM Unsoed, bergerak melakukan upaya bantuan untuk meringankan penderitaan korban banjir. 

"Pusat Mitigasi Bencana LPPM Unsoed sejak tanggal 2 Januari 2020 telah berkolaborasi dengan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia, sebuah organisasi profesi bagian dari IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD DKI Jakarta melaksanakan Program Kepedulian Korban Banjir, " terangnya.

Program Kepedulian Korban Banjir ini merupakan kegiatan pendahuluan Unsoed dalam merespon bencana banjir dilaksanakan tanggal 5 Januari 2020, berlokasi di RT. 07 / RW. 01 Pangkalan Jati Baru Cinere Depok. Perlu diketahui daerah Pangkalanjati Cinere ini pada tanggal 1- 3 Januari merupakan daerah terdampak banjir dan longsor, bahkan memakan korban jiwa 3 orang, puluhan rumah terendam banjir, puluhan titik longsor dan ratusan warga mengungsi.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Siswandi menambahkan bahwa tim terdiri dari 10 orang relawan berasal dari Pusat Mitigasi Bencana LPPM Unsoed dan MGEI-IAGI. 

"Dari Pusat Mitigasi Bencana LPPM Unsoed terdiri dari Siswandi, Dr. Ridwan Kamaluddin S.Kep.,NERS.,M.Kep., Arif Imam Hidayat, S.Kep., NERS.,MNS., Adi Candra, ST. MT., FX. Anjar Tri Laksono, ST., MSc; dan dr. Jeanita (dari Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran UNSOED). Dari MGEI-IAGI ada Desi Lusianingtyas, ST., MT., Grevani ST., Didi Karyadi., Laily Iza Maulina ST., " paparnya.

Bantuan yang diberikan menurutnya berupa pelayanan kesehatan, konsultasi kesehatan, pengobatan umum, trauma healing, edukasi tentang pencegahan banjir dan hidup sehat dilingkungan banjir. Sumbangan yang diberikan berupa bahan makanan, peralatan kebersihan dan perlengkapan ibadah.

Posko layanan dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2020 bertempat di Mushola Imam Al Bukhori dan rumah warga di Jl. Al Barokah Rt. 07 / RW. 01 Kelurahan Pangkalanjati Baru, Kec. Cinere Depok. 

"Program berlangsung dengan lancar, masyarakat merasa terbantu dan terlayani dengan baik. Tampak dari sambutan masyarakat dan ucapan terimakasih dari warga dan pengurus RT. 07/ RW.01, pengurus mushola dan tokoh masyarakat, "ujar Siswandi bangga.

Langkah selanjutnya menurut Dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dyah Susanti bahwa secara kelembagaan, LPPM Unsoed akan membentuk kepanitiaan yang mengorganisasi Gerakan Unsoed Peduli Bencana guna menyatukan semua elemen Unsoed dan alumni dalam merespon kondisi. 

Kepanitiaan ini menurut Dyah disebut dengan UNSOED PEDULI BENCANA BANJIR BANTEN DAN JABODETABEK, yang diketuai langsung oleh sekretaris LPPM,  Dr.Dwi Nugroho Wibowo. 

"Koordinasi sudah dilakukan hari Senin (06/01/2020), yang dihadiri ketua LPPM, Prof. Dr. Rifda Naufalin, M.Si, Sekertaris LPPM, Dr. Dwi Nugroho Wibowo, Prof. Ir. Totok Agung D.H., M.P. Ph.D, Koordinator Pusat Mitigasi Bencana LPPM, Siswandi dan tim (Januar Aziz, Maulana, dkk.). Juga beberapa koordinator pusat penelitian, perwakilan dosen penggiat kebencanaan dan kerja sosial dengan berbagai kompetensi seperti Dr. Tyas Retno Wulan, Dr. Endang Hilmi, Dyah Susanti, M.P. Nur Wijayanti, M.P., staf, keluarga alumni, serta entitas mahasiswa: KSR, BEM, Pramuka, MENWA, dan lain-lain, " terangnya. 

Dyah menambahkan sebagai langkah lanjutan dilaksanakan  penyusunan rencana kerja, penggalangan donasi dan rencana aksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2020.

 "Gerakan Unsoed Peduli Bencana banjir Banten dan Jabodetabek siap menerima titipan dan menyalurkan donasi dalam bentuk dana maupun barang bagi para korban banjir di Banten dan Jabodetabek dari sivitas akademika, alumni dan masyarakat umum sebagai perwujudan jiwa kecendekiawanan dan kepedulian terhadap sesama, " tambahnya. 

Lanjut Dyah, penggalangan donasi dalam bentuk dana dapat melalui  rekening Mandiri No. 18000 9192 9192 atas nama Pusat Mitigasi Bencana LPPM Unsoed. Adapun bantuan dalam bentuk barang berupa makanan, minuman, obat-obatan, dan lain-lain dapat disampaikan ke sekretariat panitia: Puslit Mitigasi Bencana LPPM UNSOED, Jl. Dr. Soeparno, Grendeng, Purwokerto. Telp. 0281 625739, HP. 0818-0484-8508 (Farid).

"Penyaluran bantuan akan dilaksanakan melalui pendayagunaan jejaring alumni Unsoed khususnya di lokasi terdampak bencana serta bersinergi dengan berbagai pihak. Program bertagline Unsoed berkontribusi untuk negeri  tak hanya berbagi materi tetapi juga trauma healing dan edukasi ini diharapkan mampu memberikan makna dan meringankan beban para korban bencana, " pungkas Dyah. *(hen/berbagai sumber)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response