Unsoed Kukuhkan Dua Guru Besar Baru

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah kembali mengukuhkan dua guru besar / profesor baru, yaitu Prof.Dr.Pramono Hari Adi, M.S., dan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc,M.Sc,Ph.D, sebagai Guru Besar / Profesor ke 67 dan 68 di Unsoed, serta ke 13 dan 14 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. 

"Sidang Terbuka Senat Pengukuhan dipimpin oleh Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. bertempat di Gedung Soemardjito Unsoed, Kamis (26/9) lalu, " ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Einstein menjelaskan bahwa Prof.Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc,M.Sc,Ph.D, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Mutu, dan Prof.Dr.Pramono Hari Adi,M.S. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed. 

Dalam Orasi Ilmiahnya Prof.Dr. Pramono Hari Adi, M.S. menyampaikian materi yang berjudul “Menyikapi Kekacauan Pasar”. Dalam penyampaianya Pramono menjelaskan bahwa pada akhir-akhir ini terjadi perubahan yang mengagetkan masyarakat konsumen dan produsen (pasar) dan perubahan ini telah mengacaukan pasar  yang lazim disebut sebagai disrupsi. Berbagai penemuan baru dan penerapan teknologi baru telah menyebabkan perubahan yang sangat radikal. Pasar mengalami perubahan yang mencolok, barang dan jasa bisa diproduksi dan dikonsumsi dengan lebih mudah, murah, cepat, mudah dijangkau. 

”Mau tidak mau kita harus mengikutinya”, kita harus selalu ”berdamai” dengan disrupsi yang terjadi, " terangnya.

Dalam menyikapi kekacauan pasar yang terjadi pada saat ini menurutnya walaupun perubahan terjadi dengan sangat radikal, ternyata  ini bukanlah akhir dari kehidupan, masih banyak incumbent yang mampu bertahan dan melanjutkan kehidupannya dengan menciptakan “the main” yang baru. 

“Dalam setiap permasalahan pasti ada jalan, permasalahannya adalah mau atau tidak kita berputar menemukan jalan yang baru. Inovasi adalah kunci dari semua ini, " ungkap Prof.Pramono. 

Sedangkan Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, B.Acc, M.Sc, Ph.D, menyampaikan materi yang berjudul “Membangun Kehidupan Kerja Berkualitas Berbasis Nilai Spiritualitas Islam”. Dipaparkan  bahwa kekuatan spiritual akan menciptakan moral yang baik dalam bekerja. Islam menekankan pentingnya moral (akhlaq) dalam bekerja.

“Ketika akhlaq merosot maka semua sistem dalam kehidupan bermasyarakat akan runtuh”, ungkap Prof. Wiwiek.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai spiritualitas Islam membantu proses keseimbangan hidup karyawan dalam tiga tingkatan yaitu individu, kelompok dan organisasi sehingga dapat dicapai hasil kerja yang optimal. Kehidupan kerja berkualitas akan dicapai melalui pencapaian keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, kehidupan rohani dan jasmani kehidupan individu dan kolektif. Individu akan berfungsi secara efektif hanya ketika pekerjaan dan kehidupan pribadinya seimbang. 

“Kehidupan kerja berkualitas akan meningkatkan kepuasan kerja dan komitment kerja karyawan sehingga menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang. Kebijakan organisasi dalam mengelola sumberdaya manusia tidak boleh meninggalkan nilai spiritualitas, "jelas Prof. Wiwiek. 

Rektor Unsoed Prof Dr.Ir.Suwarto,MS. dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu mandat yang diberikan negara kepada institusi pendidikan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan serta menerapkan nilai-nilai humaniora.  

"Kampus adalah rumah yang nyaman bagi ilmu pengetahuan untuk berkembang,  tempat yang subur untuk menyemaikan ide baru dan gagasan kekinian, sekaligus ruang dan waktu tempat di mana kesemua hal tersebut dapat diterapkan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan, " ungkap rektor.

Suwarto menambahkan dipercayakannya Dr. Pramono Hari Adi dan Wiwiek Rabiatul Adawiyah, Ph.D oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk  menduduki jabatan akademik tertinggi seorang dosen,  yakni sebagai Profesor, adalah sebuah kehormatan tersendiri bagi Universitas Jenderal Soedirman.

Mengakhiri sambutannya Rektor mengucapkan selamat kepada mereka berdua beserta keluarga atas dikukuhkannya sebagai profesor di almamater yang dibanggakan ini. 

“Semoga menjadi insprasi bagi kita untuk terus dan semakin mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara ini, khususnya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, "harap Rektor.

Sementara Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum dalam perbincangannya dengan Prof.Dr.Pramono Hari Adi,MS menanyakan seputar langkah langkah yang dilakukannya untuk memberi semangat bagi doktor doktor lain Pramono menjelaskan, seorang dosen jabatan tertingginya adalah sebagai profesor. 

" Karena kita sudah terlanjur memasuki dunia itu sebaiknya kita harus berusaha mencapainya walaupun dengan berbagai kesulitan. Perlu ketekunan, kesiapan mental dan kerajinan dalam mengumpulkan data data guna mencapai jabatan guru besar, " kata Pramono.

Menurut Prof. Wiwied Rabiatul Adawiyah,M.Sc,P.HD, kita harus mempunyai perencanaan yang matang dan punya target.

" Misal dalam satu tahun pencapaiannya apa apakah sesuai dengan pencapaian angka kredit atau tidak dan kesemuanya harus dilaksanakan secara konsisten, " kata Prof. Wiwied.

Ditanya harapan apa saja yang kiranya bermanfaat bagi masyarakat dengan pidato pengukuhannya, Prof. Pramono Hari Adi,MS menyatakan masyarakat harus siap dengan perubahan, karena perubahan terjadi di setiap saat. 

" Kita harus berani dengan perubahan itu, jangan sampai merasa dirugikan dengan perubahan itu, tetapi harus bisa menarik manfaat dari perubahan perubahan yang terjadi, " kata Pramono.

Sementara Prof.Wiwied Rabiatul Adawiyah,M.Sc.PHD mengungkapkan kebutuhan manusia bukan jasmani saja tetapi rohani juga, tidak hanya berada di level mikro tetapi di makro.

" Seorang individu harus memberikan nutrisi bagi kekuatan spiritualnya. Disamping itu organisasi juga harus mempunyai program program yang mempunyai nilai nilai spritual. Seseorang yang punya nilai spritual akan membantu kinerja di organisasinya, " pungkas Prof. Wiwied.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response