Unjukrasa Forum Banjarnegara Bersatu Menolak Pemasangan Portal

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA -Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Banjarnegara Bersatu mendatangi gedung DPRD Banjarnegara pada Selasa (07/07/2020) menuntut pembatalan pemasangan portal di ruas jalan Mantrianom-Masaran. Portal tersebut sengaja dipasang atas intruksi bupati Banjarnegara yang notabene akses angkutan pasir putih menuju jalan utama.

Di depan gedung DPRD massa yang terdiri dari pemilik usaha tambang, pekerja bongkar muat, awak angkutan tambang dan kayu tersebut menggelar orasi sambil membentangkan spanduk yang berisi penolakan mereka.

Koordinator unjukrasa Setyawan Budhiharto mengungkapkan, pemasangan portal tersebut merupakan bentuk arogansi bupati karena tidak adanya sosialisasi sebelumnya. 

" Bupati sebelumnya, tidak pernah melakukan hal serupa, pemasangan portal ini tidak mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat. Seperti di ketahui kec. Bawang terdapat SPBE, pabrik kayu lapis, pabrik tekstil, pabrik tapioka, dan tempat wisata. Jika diportal akan berdampak bagi masayarakat, banyak pengangguran dan akhirnya memicu kriminalitas, " ungkapnya.

Selain tidak adanya sosialisasi para pendemo juga mengeluhkan telah dimuatnya isu pemasangan portal melalui media massa, hal ini merugikan para pengusaha berkaitan dengan kepercayaan customer dan perbankan. Padahal para pengusaha belum mempersiapkan gudang penampungan di luar jalur tersebut. 

Seperti diketahui ruas jalan Mantrianom - Masaran mempunyai speck jalan internasional, karena merupakan bekas akses proyek Mrica. Waktu itu digunakan untuk mengangkut batu dari gunung Tampomas. Jalan dibuat untuk menahan beban hingga 70 ton.

Pendemo mengajukan beberapa solusi diantaranya perlu dipasang jembatan timbang untuk memungut retribusi setiap dump truck yang mengangkut material sesuai berat muatan. Besaran retribusi perlu dibicarakan bersama, setidaknya akan menjadi sumber PAD Banjarnegara. 

Selain itu meminta jaringan customer dari pembeli atau pengusaha di jalur Masaran diajak duduk bersama untuk memberikan kontribusi berkaitan dengan perawatan jalan tersebut.

Sayangnya dalam aksi tersebut tidak dihadiri dinas terkait, mereka meminta waktu 2 minggu lagi untuk menagih janjinya. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada anggota dewan untuk menindaklanjuti usulan mereka. (jofi/inen/neo)

 

redaksi

No comment

Leave a Response