Uji Coba dan Industrialisasi Reaktor B100 Berjalan Sukses

 

Matamatanews.com, GRESIK - BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) Kementerian Pertanian RI telah mengembangkan  Reaktor untuk memproduksi Biofuel B100 dari CPO dan Kemiri Sunan.

Alumni Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Tedy Dirhamsyah,SP.,MAB memaparkan bahwa Reaktor Generasi 1 Kapasitas 150 liter per hari, Generasi 2 kapasitas 600 liter per hari, dan Generasi 3 kapasitas 3.000 liter per 6 jam dari CPO. 

Menurut Dr.Tedy hasil uji Biofulel B100 yang dilakukan di Lemigas, Sucofindo, dan Pusat Penelitian Sawit menghasilkan Cetane number 57,1 lebih tinggi dari SNI 51, Standar Unieropa 51, dan Standar US 47.

Kepala BSIP Tanaman Industri dan Penyegar ini mengatakan bahwa Reaktor B100 Kementan sudah kerjasama Lisensi dengan PT. Barata Indonesia (Persero) Gresik. 

"Saat ini pada tahap finalisasi pembangunan reaktor B100 yang sudah dipesan oleh PT. Minamas Plantation, kapasitas 3.000 liter per 6 jam sebanyak 1 Unit, dan akan menyusul sebanyak 4 unit," kata Tedy didampingi Ir.Alief Einstein, M.Hum. dari kafapet-unsoed.com.

Sedangkan untuk Pengembangan Kemiri Sunan sebagai bahan B100, sudah dilakukan oleh PT. Bumi Agrindo Sejahtera di Flores seluas 630 Ha sejak tahun 2017. 

"Saat ini PT. Bumi Agrindo Sejahtera sudah menandatangani MoU dengan PT. EJIE (MoU tahun 2023) untuk mengembangkan Kemiri Sunan di Kalimantan Barat sebagai bahan baku B100 dan riset Bioavtur," ujar Dr.Tedy.

Selanjutnya Dr.Tedy menjelaskan bahwa pada hari Rabu, 22 November 2023 di Workshop PT. Barata Indonesia (Persero) Gresik sukses digelar Uji Coba Full Load Capacity 6 Reaktor B100. 

Uji coba tersebut dihadiri Tjetjep Nirwan Presdir Barata Indonesia, Hertyoso Dir. Operasional beserta jajaran. Hadir pula CEO Minamas Plantation Adi Wira Abd Razak dan jajaran. Hadir juga Inventor (penemu) Reaktor B100 Maman dan Asif beserta Tim Teknis dari BSIP Tanaman Industri dan Penyegar. 

Adi Wira selaku CEO Minamas merasa puas atas hasil Pembangunan 6 Reaktor B100 kapasitas 3.000 liter per 6 jam oleh Barata Indonesia atas Lisensi dan pendampingan dari BSIP TRI Kementerian Pertanian.

"Indonesia bisa dan siap mengembangkan energi terbarukan," pungkas Dr.Tedy. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response