Turki Serang Dua Ratus Lebih Fasilitas di Idlib

 

Matamatanews.com, MOSKOW—Lebih dari 200 target dan fasilitas di Suriah mendapat serangan hebat dari pesawat tempur UAV dan artileri Turki, demikian dilaporkan kantor berita Rusia, TASS pada Jum’at (28/2/2020). Para petinggi Turki menyebutkan bahwa keputusan penyerangan besar-besaran terhadap pasukan Suriah itu dilakukan setelah kematian 33 tentara Turki di Idlib.

"Lebih dari 200 target dan fasilitas rezim [Suriah] mendapat serangan hebat dari pesawat tempur, UAV dan artileri. Lima helikopter, 23 tank dan sepuluh kendaraan tempur lapis baja hancur," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar seperti dikutip oleh televisi NTV . Dia juga menambahkan bahwa 23 buah peralatan artileri dan dua sistem pertahanan udara Suriah di Idlib hancur.

"Sebanyak 309 militer tentara Suriah dinetralkan," kata Hulusi Akar, seraya menambahkan bahwa Turki terus melakukan pemogokan di Idlib "sesuai dengan rencana  yang berhasil."

"Serangan ini terjadi terlepas dari fakta bahwa lokasi pasukan kami [di Idlib] telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Federasi Rusia. Pemogokan [terhadap tentara Turki] berlanjut meskipun ada peringatan kami. Sebuah mobil ambulans diserang. Selain itu, saya ingin perhatikan bahwa tidak ada kelompok bersenjata apa pun selama serangan di daerah di mana pasukan kami berada, "tegasnya.

Sebanyak 33 tentara Turki yang mengambil bagian dalam serangan unit teroris pada posisi tentara Suriah tewas oleh tembakan artileri di provinsi Idlib pada jam-jam awal Jumat. Tak lama setelah insiden itu, Ankara memperingatkan bahwa mereka akan mempertimbangkan target musuh pasukan Suriah.

Outlet media tertentu di Turki menuduh sehubungan dengan insiden bahwa Rusia mungkin terlibat dalam serangan terhadap tentara. Kementerian Pertahanan Rusia dengan tegas membantah spekulasi ini.

Pasukan Dirgantara Rusia tidak melakukan serangan udara di daerah yang dekat dengan komunitas Behun yang dihuni di mana militer Turki telah terbunuh, kata Kementerian Pertahanan pada hari Jumat.

"Pesawat Angkatan Udara Rusia tidak digunakan di dekat komunitas Behun yang dihuni," kata pernyataan itu.

Situasi di Idlib memburuk secara dramatis pada awal Februari setelah pasukan Rusia dan Turki melakukan upaya lain untuk menegakkan gencatan senjata. Teroris malah mengintensifkan serangan mereka. Pekan lalu, Erdogan mengatakan bahwa Ankara siap menggunakan semua kekuatannya jika terjadi operasi militer di Idlib. Dia juga mencatat bahwa kampanye militer lain di Idlib hanya masalah waktu.(samar)

redaksi

No comment

Leave a Response