Turki Kecam Rencana Netanyahu Bangun Ribuan Pemukiman Baru di Yerusalem Timur

 

Matamatanews.com, ANKARA—Rencana Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk membangun ribuan pemukiman ilegal baru di Yerusalem timur dikecam keras Kementerian Luar Negeri Turki.Proyek pembangunan itu diumumkan sebelum pemilihan umum dilansungkan pada Kamis (21/2/2020) lalu dimana partai yang dipimpinnya gagap meraup suara mayoritas.

Jum’at (22/2/2020) kemarin, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras rencana Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, karena kebijakan tersebut selain melanggar hukum internasional juga melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Dalam pernyataan itu disebutkan, Israel telah berulang kali mengabaikan hukum internasional sehingga hak-hak warga Palestina kerap dilanggar dan hal itu seakan lumrah bagi Tel Aviv meski komunitas internasional mengecamnya.

Meski tindakan kesewenangan dan pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel terus dilakukan, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda keprihatinan atau sikap membela dari pemerintah Amerika Serikat (AS).Malah sebaliknya, Amerika Serikat mengumumkan rencana perdamaian yang disebutnya sebagai “Kesepakatan Abad Ini” yang diajukan Presiden Donald Trump secara sepihak membatalkan resolusi PBB sebelumnya tentang masalah Palestina dan menyarankan negara Yahudi itu memenuhi hampir seluruh tuntutannya.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki itu menekankan bahwa Palestina adalah satu-satunya pemilik tanah mereka, dan kebijakan penjajah Israel tidak akan pernah bisa mengubah fakta itu.”Siapapun tidak bisa mengubah sejarah dan fakta,bahwa bangsa Palestina adalah pemilik sah setiap jengkal tanah yang ada dinegara itu meski kekerasan dan penindasan terus dilakukan militer Israel.” Ungkap Ismet ,salah seorang pegiat HAM sal Turki kepada Matamatanews.com. (bar)

redaksi

No comment

Leave a Response