Turki dan Suriah Jalur Rekrutmen Anggota ISIS Indonesia

 

Matamatanews.com--JAKARTA--ARUS  warga Negara Indonesia yang menyusup ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISISI, tampaknya tidak mudah dibendung. Jumlah mereka yang bergabung dengan ISIS dan kelompok lain di dua negara itu terus melonjak. Media Maret 2015 lalu, sebanyak 632 orang terindikasi sebagai pengikut baru ISIS asal Indonesia.  Sedangkan  Badan Nasional Penanggulangan  Terorisme (BNPT) mencatat hanya sekitar 514 orang WNI yang terindikasi pengikut ISIS.

BANYAKNYA warga asal Indonesia yang terpikat oleh ISIS karena terpukau pada gagasan sempalan Al-Qaida,yaitu membangkitkan kembali kejayaan Islam masa lalu dan menegakkan Khilafah Islamiyah. Gagasan ini sebenarnya sama sekali tidak baru, tapi mereka menawarkan ladang jihad di wilayah  yang sebagian telah mereka kuasai,yaitu Irak dan Suriah. Mimpi menegakkan syariat di “tanah yang menjanjikan” itulah yang mendorong pendukung ISIS bersediaa dan rela berperang bukan di tanah air mereka. Sebagian anggota Jamaah Islamiyah di Indonesia memilih memyeberang ke ISIS karena alas an ini. Padahal Jamaah Islmiyah merupakan pendukung jaringan Al-Qaidah, yang memusuhi ISIS. Sebagian jaringan teroris yang diburu polisi di beberapa daerah juga menjadi pengikut ISIS.

PADA tahun 2013 lalu, sebanyak 2.650  situs yang melancarkan  propaganda  terorisme bermunculan web mereka,isinya adalah tawaran jihad “bintang lima”. Kini  jumlah propaganda itu meningkat tiga kali lipat, modusnya mereka memajang foto anak-anak berusia di bawah 10 sampai 15 tahun asal Indonesia tengah berlatih menembak. Anak-anaka tersebut,disebutkan mendapat  sekolah gratis, sementara  ibu mereka bekerja di dapur umum dengan gaji yang layak.  Tampaknya bukan hal yang sulit untuk mendapatkan dana bagi organisasi yang mendeklarasikan diri sebagai Negara Islam pada 2013 ini.  Pada tahun 2014 lalu kelompok ISIS memperoleh gelontoran dana senilai US$ 850 ribu sampai US$ 1,65 juta per hari, yang di dapat dari hasil penjualan minyak  ladang ladang yang mereka kuasai.
Pintu Keluar – Masuk Calon Pengikut ISIS  di Perbatasan Turki :
1.Akcakale,pinggir kota ,Provinsi Sanliurfa,Turki berbatasan langsung dengan Tal Abyad
2.Kota Kilis, Provinsi Killis
3.Kota Reyhanli,Provinsi Hatay Tal Abyad –Akcakale adalah  pintu keluar masuk warga Suriah menuju dan dari Turki. Disini mobil-mobil berplat Suriah berseliweran dikawasan perbatasan Akcakale, dan banyak took kini menempelkan tulisan dalam bahasa Arab untuk mendulang laba. Sejak Tal Abyad dikuasai para milisi ISIS para pertengah tahun 2014 lalu, Akcakale menjadi gerbang utama bagi mereka yang ingin bergabung dengan kelompok ISIS. Kini tentara Turki memperketat penjagaan di wilayah Akcakale, bahkan sejumlah panser di tempatkan di sekitar perbatasan yang berpagar kawat berduri dengan tinggi hampir 20 meter.

KONDISI alam di sekitar perbatasan sebagian besar berbukit-bukit, hingga sulit untuk diawasi .Sejumlah sumber yang bekerja di kawasan perbatasan mengatakan banyak jalur tikus yang bisa dimanfaatkan untuk menembus Suriah.” Dua minggu lalu ada sekitar 7 orang warga asal Indonesia yang masuk melalui jalur kota Reyhanli ,Provinsi Hatay dan kota Kilis,Provinsi Kilis. Pemerintah Turki sendiri mulai kewalahan mengatasi persoalan diperbatasan ini,”jelas Mahmoud al-Ghazi. Seorang sumber di Reyhanli mengatakan dalam tiga tahun terakhir kawasan tersebut sering dijadikan penampungan orang asing yang ingin bertempur melawan tentara Suriah . bahakan sudah setahun ini, para calon Mujahid dari Perancis, Amerika Serikat, Malaysia dan Indonesia.Biasanya para Jihadis asal Indonesia  dating berkelompok dengan anggota lebih dari lima orang. Disana, mereka di tempatkan di safe house sebelum menyebrangi perbatasan dan memasuki medan perang.

MILISI asal Indonesia yang bergabung dengan ISIS per bulan bisa mendapat US$ 250 sampai US$ 600 atau sekitar (Rp 3000.000 – Rp 7.200.000 dengan kurs Rp 12.000), umumnya mujahid asal Indonesia selain masuk melalui Reyhanli juga masuk ke Turki melalui Istanbul. Mereka naik bus menuju Kota Gaziantep. Di kota inilah para perwakilan ISIS menjemput.Caranya kepala Rombongan meneleponb penghubung  di Gaziantep setelah mendapat taksi. P[enghubung tersebut lalau berbicara dengan sopir taksi. Instruksinya jelas : bawa ke alamat yang disebutkan, terima duit dan tinggalkan penumpang segera!
 

POLA tersebut sudah berjalan selama tiga tahun terakhir, dan para sopir taksi sudah mafhum dengan penumpang yang diantarnya. “Lokasinya selalu berubah-ubah. Yang menelpon pun berbeda-beda,”.Seorang warga di Giziantep menyatakan pernah bertemu dengan sejumlah warga asal Indonesia. Para penjemput lebih suka memilih taksi jenis Ford Transit berkapasitas 18 sampai 20 orang, dengan plat yang telah di modifikasi yaitu angka 21 yang artinya berasal dari Diyarbakir, sekitar 300 kilometer dari Giziantep.
 

PADA Januari 2015 lalu 16 warga asal Indonesia, 11 diantara berpaspor  diamankan  pihak keamanan Turki. Duta Besar Indonesia di Turki,Wardana ,mengatakan polisi berhasil menangkap mereka sebelum dijemput perantara. Tetapi ke 16 orang tersebut mengatakan bahwa mereka datang sebagai turis.

PEMERINTAH memperkirakan ada sekitar 514 warga Indonesia  bergabung dengan Negara islam Irak dan Suriah atgau ISIS, tapi angka tersebut sudah bergeser menjadi 632 orang.
Dan sejumlah kelompok lama ditengarai ikut cawe-cawe merekrut dan mengirim mereka dengan  aalasan jihad.  Sumber dana kelompok ISIS di Indonesia di peroleh dari :
1.Rp 7 miliar samapai 10 miliar di dapat dari bisnis obat-obatan herbal, jamu, dan madu
2.Penjualan asset milik para anggota kelompok (baik perorangan,majelis, maupun Yayasan,bahkan pesantren)
3.Asal dana dikirim dari Australia lewat transfer  bank dan kurir berkisar Aus$ 500 ribu Sampai Aus$ 750.000.

RUTE PERJALANAN CALON ANGGOTA ISIS
1.Turki
2.Suriah
3.Jeddah
4.Dubai
5.Abu Dhabi
6.Hongkong
7.Kuala Lumpur
8.Singapura
9.Jakarta

SINDIKASI JARINGAN ISIS di INDONESIA
1.Banten ,yaitu Negara Islam Indonesia Banten pimpinan Iwan Rais
2.Makasar, Laskar Jundullah pimpinan Agung Abdul Hamid
3.Poso,Sulawesi Tengah,Mujahidin Indonesia Timur,pimpinan Santoso alias Abu Wardah
4.Solo,Jawa Tengah,Jamaah Ansharut Tauhid, pimpinan Abu Bakar Ba’syir
5.Cianjur,Jawa barat, Jamaah Ansharut Daulah,pimpinan Fahri alias Tuah Febriansyah bin Arif Hasruddin
6.Bandung,Mujahidin Indonesia Barat,pimpinan Untung Hidayat alias Abu Robban(tewas pada 8 Maret 2013) dan Bachrumsyah (kini di Suriah)

KELOMPOK jaringan ISIS di daerah ditengarai memiliki hubungan yang kuat dengan kelompok Hilal Ahmar Society Indonesia yang oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat disebut sebagai salah satu kelompok sayap kanan kemanusiaan Jamaah Islamiyah,kelompok teroris yang terkait dengan Al-Qaedah di Asia Tenggara. Kelompok ini aktivitasnya mulai berkembang sejak 2013 lalu.bahkan jaringan ini secara diam-diam mendukung rekrutmen dan  melatih sejumlah militant Jamaah Islamaiyah ke Suriah untuk dilatih secara militer. Pemimpin Hilal Ahmar Society ini ialah Bambang Sukirno,pemimpin senior Jamaah Islamiyah dan Wiji Joko. (Samar/Sam)

 

sam

No comment

Leave a Response