Turki Akan Dirikan Kamp Pengungsi di Sembilan Wilayah Idlib

Embed video: 

 

Matamatanews.com, ANKARA—Turki dikabarkan akan mendirikan kamp untuk 170.000 orang terlantar  di provinsi Idlib dan wilayah Operasi Perisai Efrat menjelang kemungkinan masuknya pengungsi dari Afrin, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy dalam sebuah konfrensdi pers pada 6 Maret 2018.

Kamp-kamp tersebut akan didirikan di sembilan wilayah yang berbeda termasuk Azez, Elbil, Tugli, Teleffer,Naddah,Bardakli dan Masad Rufi.Sebenarnya badan kemanusiaan Turki sudah lama merencanakan untuk membangun kamp di sekitar Azas dan Idlib agar penduduk sipil yang menghindari pemboman di Afrin terselamatkan.

Aksoy mengatakan bahwa pertemuan trileteral antara Turki, Iran dan Rusia yang akan diadakan di Istanbul pada april mendatang bertujuan membahas krisis Suriah. Seorang diplomat Turki mengatakan pada Hurriyet Daily News, pertemuan trileteral direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 4 April mendatang.

Ketiga pejabat negara itu akan bertemu di Astana pada 16 April guna melakukan persiapan  perundingan jelang Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT), tambahnya. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dijadwalkan mengunjungi Rusia pada 12 hingga 14 Maret untuk menghadiri pertemuan kelompok perencanaan strategis bersama Turki – Rusia.

Sementara itu, Turki dan Amerika Serikat akan memulai pertemuan kelompok kerja pertama bilateral yang telah disepakati dalam kunjungan Sekretaris Negara Rex Tillerson ke Ankara pada bulan lalu. Dan seperti diketahui hubungan Turki dengan Amerika Serikat sempat terganggu akibat muncul sejumlah isu yang kurang sedap terkait masalah  kelompok Kurdi,YPG hingga kemudian mendorong kedua negara membentuk komite kerja  untuk menangani masalah tersebut.

Selama pertemuan 8 hingga 9 Maret Ankara akan memberitahu Amerika Serikat bahwa pihaknya mengharapkan Washington mengambil langkah nyata untuk menarik senjata yang pernah diberikan kepada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) kata Aksoy. Ia menambahkan bahwa kehadiran militan Kurdi di wilayah Manbij akan menjadi salah satu topik yang akan dibahas.

“ Kami memiliki harapan yang jelas dari Amerika Serikat. Kami berharap mereka menarik kembali senjata yang dikirim ke PYD –YPG,” kata Aksoy. Menteri Luar Negeri Cavusoglu sendiri rencananya akan bertemu Rex Tilerrson di Washington pada 19 Maret mendatang.

Aksoy juga mengecam sebuah pernyataan dukungan yang dikeluarkan Pentagon terhadap seorang tokoh YPG  Ferhad Abdi Sahin yang disebutnya sebagai “omong kosong”. “ Juru bicara Pentagon selalu bicara omong kosong terus,” katanya, ia merujuk pada pernyataan juru bicara pentagojn Kolonel Rob Maning.

“ Anda semua sadar bahwa PYD dan  YPG adalah kelompok teroris...bukti kuat menunjukkan bahwa PYD dan PYG adalah bagian dari PKK, Partai Pekerja Kurdi yang kini telaha terkepung. Saya yakin juru bicara Pentagon juga tahu hal ini,” katanya. Pemberontakan tersebut terjadi setelah Manning mengidentifikasi pesawat tempur

"Anda semua sangat sadar bahwa PYD / YPG adalah kelompok teroris ... Bukti kuat yang menunjukkan bahwa PYD / YPG adalah bagian dari PKK Partai Pekerja Kurdi yang dikepung telah diajukan. Saya yakin juru bicara Pentagon juga tahu ini, "katanya. (bar/hurriyet daily news)

 

sam

No comment

Leave a Response