Tuntutlah Ilmu Sampai ke Kampung Inggris

 

Matamatanews.com, KEDIRI—Bagi sebagian orang nama kampung Inggris  memang  terasa asing terdengar, tapi bagi  para pelajar bahasa Inggris di Pare, Kediri,  Jawa Timur nama “ Kampung Inggris ” bukan sesuatu yang baru. Kampung Inggris adalah sebutan untuk dua kampung atau dusun  yang ada di Kecamatan Pare yaitu dusun Singgahan, Desa Pelem dan Desa Tulungrejo.

Kampung Inggris  ini terletak ditengah provinsi Jawa Timur, jarak tempuh untuk sampai kelokasi berkisar tiga jam ke Surabaya dan dua  jam setengah ke Malang. Julukan “Kampung Inggris” di Pare karena banyaknya tempat kursus berbahasa  Inggris disana sehingga lambat laun sebutan Kampung Inggris menggema dari bibir satu ke bibir lainnya.

Meski menggunakan julukan Kampung Inggris bukan berarti dalam satu kampung menggunakan bahasa Inggris semua, tetapi jargon tersebut hanya ada di Kampung Pare yang didalamnya terdapat puluhan bahkan ratusan lembaga pelatihan atau kursus bahasa Inggris dengan berbagai paket berbeda sesuai bidang yang diinginkan.

Deva salah satu peserta  kursus di Kampung Pare asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat yang ditemui Matamatanews mengatakan bahwa awalnya biasa saja ketika masuk di Pare, tapi setelah masuk dan belajar ada hal unik dan menarik.

“Pertama kali masuk dan gabung disini terkesan biasa saja seperti di Jakarta pada umumnya lembaga pelatihan. Namun setelah masuk kelas dan belajar, ada hal unik dan menarik di tempat ini,”  cerita Dewa, berterus  terang saat ditemui di Kampung Inggris, pekan lalu.

“Hal uniknya disini tidak hanya para siswa yang belajar, tetapi yang berusia lanjutpun ada, bahkan beberapa  prorfesional ada yang ikut belajar disini,” lanjut Deva. Ia menuturkan selain dari Sabang sampai Merauke, peserta yang datang dari luar negeri seperti Turki dan Perancis pun ada disini.

Paket yang ditawarkanpun kata Deva berbeda, baik harga maupun fasilitas belajar serta tempat tinggal. Ada yang tiga juta untuk tiga bulan, dan ada yang sepuluh juta hanya untuk satu bulan, disesuaikan dengan kebutuhan siswa atau peserta itu s endiri.

“Awalnya sih kesini tujuannya untuk melancarkan speaking saja, tapi setelah tahu mentornya enak, masih muda dan relatif usia dua puluh tahunan, mudah bergaul dan bisa menyesuaikan dengan muridnya. Akhirnya saya putuskan belajar dari dasar,”imbuh Deva.

Bagi yang biasa menyewa tempat kost sendiri, disarankan untuk tinggal di asrama atau tempat indekost yang dihuni banyak orang, karena disini Anda dituntut untuk bisa mempraktikkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kampung Inggris ini selain bisa dijadikan media pembelajaran yang unik dan menarik, warga sekitarpun kecipratan rezeki. Mereka  bisa mendapatkan penghasilan dari indekost  yang bekerjasama dengan managemen lembaga bahasa Inggris seperti penyewaan sepeda yang per bulannya Rp 100 ribu kepada para siswa. Bagi yang membutuhkan skill bahasa Inggris untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sekolah kedinasan maupun tuntutan profesional rasanya “kampung Inggris” bisa menjadi salah satu solusi terbaik. Siapa berminat, hayo? (Roshid/cam)

 

sam

No comment

Leave a Response