Tudingan Mantan Bos CIA Terhadap Rusia

 

Matamatanews.com, WASHINGTON DC –Jenderal Michael Hayden, mantan kepala Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) menilai peretasan sejumlah data partai politik Amerika Serikat (AS) oleh Rusia bukan bertujuan untuk memenangkan Donald Trump, seperti yang dikhawatirkan tim kampanye Hillary Clinton.

Menurutnya tujuan utama Rusia campur tangan dalam proses pemilu AS ialah untuk mengacaukan pemilu dan mengikis kepercayan diri warga AS atas proses politik di negara itu.

“Sangkaan ini berlebihan jika kita semua berpikir Putin mengetahui kemana arah bola akan berakhir,” ungkap Hayden, dikutip CNN, Selasa (18/10/2016).

“Saya pikir, Rusia hanya ingin main – main dengan AS untuk mengikis kepercayaan diri dalam proses politik AS,” tutur Hayden, dalam acara Hertage Foundation di Washington DC.

Di acara itu, Hayden membahas tantangan soal pengamanan cyber yang akan dihadapi pemerintah AS ke depan. Menurut Hayden, kegiatan intel yang dilakukan Rusia masih dikategorikan normal. Namun, dapat berubah ketika Rusia menggunakan informasi intel sebagai senjata.

Ia juga berpendapat bahwa peretasan berbagai surat elektronik terkait urusan politisi internal suatu partai politik besar dari negara rival merupakan bentuk perilaku intelijen yang lumrah. Menurutnya, peretasan yang dilakukan intel suatu negara untuk mengetahui seberapa kuat dan berpengaruhnya sebuah partai di negara lain ialah hal yang wajar.

“Badan intelijen asing dapat mengakses email internal politik di negara rivalnya, itu hal biasa dilakukan sebagai badan intelijen,” ucapnya.

Hayden mengatakan, Rusia telah melakukan hal diluar batas perilaku ‘mata-mata’ biasa. Salah satunya dengan “menyebut peretasan email itu dilakukan oleh kelompok kriminal Rusia untuk menjauhkan pemerintah Rusia dari prasangka buruk”. Kedua, pemerintah Rusia menggunakan email internal dan digunakan untuk mempengaruhi proses pemilu AS.

“Ini menjadi berbeda dari aktivitas mata-mata biasa sebagai upaya mempengaruhi publik secara terselubung,” paparnya.

Pemerintah AS telah melayangkan tudingan bahwa Rusia telah melakukan serangan peretasan terhadap Komite Nasional Partai Demokrat dan beberapa pejabat AS lainnya. Selain itu, Rusia diduga berada di balik bocoran email ketua tim kampanye Hillary Clinton, John Podesta, di WikiLeaks. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response