Trump Diboikot Puluhan Anggota Kongres AS

 

Matamatanews.com, WASHINGTON DC – Jumat (20/1/2017), Donald Trump akan dilantik sebagai presiden terpilih AS. Namun dalam beberapa hari menjelang pelantikannya, puluhan anggota Kongres dipastikan tidak akan menghadiri acara tersebut. Salah satu anggota Kongres dari partai Demokrat menyatakan bahwa, ada 26 orang anggota Kongres yang akan memboikot pelantikan Donald Trump.

Mereka beralasan karena Trump mengkritik ikon HAM Amerika Serikat dan sekaligus anggota Kongres, yakni John Lewis. Lewis adalah seorang anggota terkemuka gerakan hak-hak sipil Amerika dan dianggap sebagai pahlawan oleh banyak warga di AS. Luapan kemarahan Trump pada Lewis terjadi Jumat pekan lalu, setelah anggota Kongres itu mengatakan bahwa Trump bukan “presiden yang sah”,  sehingga ia tidak akan menghadiri pelantikannya.

Selama 30 tahun menjadi anggota Kongres, baru kali ini Lewis tidak menghadiri acara pelantikan presiden. Salah satu alasan dari sikap Lewis boikot pelantikan Trump yakni dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS yang dimenangi Trump. "Ketika Anda menghina anggota Kongres John Lewis, maka Anda menghina Amerika," kata Yvette Clarke, salah satu dari lima anggota Kongres dari New York, yang akan memboikot pelantikan Trump sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama.

Sementara itu anggota Kongres dari California, Ted Lieu mengatakan, "Bagi saya, keputusan pribadi untuk tidak menghadiri pelantikan cukup sederhana, apakah saya mendukung Donald Trump, atau saya mendukung John Lewis? Saya mendukung John Lewis," katanya.

Anggota Kongres yang pertama menyatakan pemboikotan terhadap pelantikan Trump, yakni anggota Kongres dari Illinois, Luis Gutierrez. Ia menyatakan boikot jauh sebelum John Lewis mengumumkan akan memboikot pelantikan Trump pada bulan Desember 2016. Pekan lalu seorang wakil dari Massachusetts, Katherine Clark juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan menghadiri pelantikan presiden. "Keluarga-keluarga di distrik saya takut jika antiperempuan, anti-imigran, anti-Muslim, dan janji-janji yang memecah belah yang mengisi kampanye Trump akan menjadi kebijakan-kebijakan yang akan berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan setiap warga Amerika," kata Clark. [Did/Kmp/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response