Tips Ibadah Umroh Menurut Nur Rokhman

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Berkunjung ke Makkah dan Madinah untuk melihat sendiri bentuk Ka'bah dan menapaki kisah-kisah nabi jadi perjalanan yang penuh arti adalah impian setiap Muslim. Untuk bisa ke Makkah dan Madinah dilakukan dengan umroh atau berhaji. Umroh bisa dilakukan kapan saja, sedangkan haji sudah ditetapkan waktunya. 

"Umroh merupakan salah satu kegiatan ibadah bagi umat Islam. Ibadah ini sering juga disebut dengan haji kecil. Di saat menunggu antrean ibadah haji yang lama karena sistem kuota yang diberlakukan, umroh pun menjadi alternatif, " ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.

Saat bincang-bincang antara Einstein dengan alumni Program Studi (D3) Pengelolaan Sumber Daya Perairan (PSDP) Fakultas Biologi Unsoed (2000 – 2003) Nur Rokhman (sehari-hari biasa dipanggil Rokhman) pada akhir Desember 2019, berbagi pengalamannya terutama bagi yang belum pernah atau yang akan merencanakan ibadah Umroh.

Rokhman bercerita, dia bersama 120-an agen-agen HNI (Halal Network International) dimudahkan untuk berkunjung ke dua tanah suci (haramain) Mekkah dan Madinah pada bulan September 2019 lalu. Tepatnya setelah usai musim haji dengan mengikuti program Umrah yang diselengggarakan oleh GEMILANG MULTAZAM. 

"Salah satu pemandu kami mengatakan biasanya ditahun-tahun sebelumnya ada jeda sekitar satu bulan antara musim haji dan dibukanya kembali penerimaan jama’ah umroh dari berbagai negara.    

Yang paling utama adalah menguatkan niat untuk Umroh. Ini bukan perkara cukup atau tidaknya uang kita untuk bekal kesana, karena banyak orang yang mimiliki banyak uang tapi belum juga bisa menempuh perjalan ke haramain, " urainya. 

Agar kita mempunya rasa yang kuat untuk Umroh menurut Rokhman, maka sering-seringlah berkumpul dengan orang-orang yang sudah pernah Umroh dan Haji.

"Menabunglah untuk bekal kesana sebagai wujud dari kesungguhan niat anda. Bagi anda yang sudah cukup uang maka segeralah mendaftar umroh, jangan menunggu uang berlebih, Insya Allah dengan demikian akan Allah memudahkan jalannya, karena Anda sudah menunjukkan kesungguhan niat untuk berangkat Umroh, " katanya.

Sedikit tips dari Rokhman bisa bermanfaat terutama bagi yang baru pertama berangkat Umroh:

1. Persiapan kelengkapan berkas-berkas perjalanan (paspor, dan lain-lain), rata-rata biro menyerahkan pengurusan paspor kepada calon jama’ah sendiri. Bagi yang belum punya paspor, persiapkan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kekuranglengkapan berkas-berkas dalam pengurusannya.

"Pengalaman ibu saya dan beberapa orang tua lain saat akan bikin paspor harus bolak-balik dan melalui beberapa kantor pemerintahan guna penyesuain data, belum lagi masalah antrian pembuat paspor yang makin banyak, kalau “mepet-mepet” waktu ngurusnya bisa bikin was-was, " ungkapnya.

2. Persiapan ruhiyah (spiritual) selagi masih ditanah air, berkunjung dan mintalah do'a dan nasehat kepada orang yang sudah pernah kesana terutama mereka yang paham tentang syari’atnya menjalankan ibadah Umrah. Kebanyakan orang akan lebih mudah memahami dengan cara mendengar langsung dari orang yang sudah mengalaminya daripada membaca buku.

3. Periapan fisik untuk mengantisipasi perbedaan cuaca yang mencolok dibanding cuaca keseharian kita disini.

4. Bawalah bekal, tidak usah banyak-banyak, misal baju 3 atau 4 stel sudah cukup, toh kalau kurang disana banyak yang jual, apalagi hampir pasti kita disana akan mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Usahakan bawaan dari rumah alakadarnya saja sehingga bisa membeli oleh-oleh lebih maksimal. 

"Untuk urusan oleh-oleh coba carilah kenalan orang Indonesia yang sudah lama bermukim disana. Mereka bisa menemani jalan-jalan saat mencari tempat oleh-oleh yang murah meriah, biasanya di pasar-pasar tradisional. 

Sebagai contoh pengalaman kami, harga Ruthab (kurma muda) di salah satu pasar tradisional di Mekkah bisa jauh selisihnya dibanding kita beli tempat oleh-oleh biasa, lumayan kan bisa “ngirit” banyak, " katanya.

5. Ketika berada disana jangan mengkonsumsi minuman yang dingin (cold drink) walau telah tersedia entah di kulkas kamar hotel ataupun di dalam Masjid Nabawi dan Masjidil Haram karena akan memicu batuk. Di kedua masjid telah tersedia air zam-zam di banyak tempat, maka minumlah yang non cold (tidak dingin). Optimalkan waktu untuk ibadah tapi jangan memaksakan diri melebihi kekuatan fisik.

6. Kalau bepergian walaupun ke masjid usahakan jangan sendirian, ajaklah satu atau lebih kawan, terutama bagi lansia harus ada pendamping yang usia lebih muda dan sesama jenis, karena di area mesjid tempat laki-laki dan perempuan terpisah.

7. Jangan lupa banyak-banyaklah berdo’a disetiap kesempatan apalagi ditempat-tempat dan waktu-waktu mustajab.

"Demikian sedikit berbagi cerita semoga bermanfaat untuk semua dan semoga Allah mudahkan kita untuk sering-sering beribadah di dua Masjid suci yakni Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, " pungkasnya. *(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response