Tim Mahasiswa Unsoed Lakukan Penerapan Iptek Smartquail Incubator Untuk Smart Farmer

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Di tengah pandemi Covid-19, Tim PKM-PI (Program Kreatifitas Mahasiswa-Penerapan Iptek) Unsoed dari Fakultas Peternakan serta dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melakukan inovasi dengan membuat alat bernama smartquail incubator untuk penyesuaian suhu pada kandang burung puyuh secara otomatis. 

"Kandungan protein yang tinggi dalam telur puyuh inilah yang mendasari penelitian Tim PKM yang diketuai oleh Nur Hidayanto, beranggotakan Deny Rozaqul Muis, dan Firman Bayu Hastama, serta dosen pembimbing dari Fakultas Peternakan Unsoed Prof.Dr.Ir.Elly Tugiyanti,MP.," ungkap Humas Dies Natalis Fakultas Peternakan Unsoed ke-55 Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Mitra kegiatan PKM-PI dilaksanakan di peternakan burung puyuh milik Herman yang beralamatkan di Wlahar Kulon, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Adapun inovasi yang diterapkan adalah pengoperasian pengecekan suhu pada kandang burung puyuh secara otomasis yang dapat dilakukan melalui aplikasi telegram. 

Tahapan kegiatan dimulai dari survey lokasi mitra, kemudian melakukan pembelian bahan-bahan, setelah itu melakukan perakitan serta perangkaian alat. Tahapan berikutnya adalah melakukan finishing pembuatan alat. 

Setelah alat selesai dibuat, mahasiwa ini melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan kepada mitra. Selesai alat tersebut diuji coba dan telah melakukan perbaikan, tahapan terakhir yang dilakukan yaitu penerapan alat kepada mitra.

Herman sebagai pemilik peternakan merespon baik kegiatan yang dilaksanakan.

“Kegiatan penerapan iptek ini sangat bermanfaat karena dapat membantu kami dalam hal pemeliharaan burung puyuh sehingga produksi telur yang dihasilkan bisa bertambah dan mempunyai kualitas yang baik. Dengan adanya sistem IoT memudahkan kami untuk melakukan pengecekkan suhu secara otomatis," kata Herman.

Dosen pembimbing PKM-PI Prof.Dr.Ir.Elly Tugiyanti,MP menuturkan, kegiatan tersebut merupakan janji mahasiswa secara tertulis dalam proposal PKM-PI. 

"Proposal mahasiswa ini disetujui dan didanai oleh Kemendikbudristek serta mendapat kepercayaan sampai lolos di tahap PIMNAS ke-34, sehingga kegiatan ini dapat direalisasikan dengan baik” ujar Prof.Dr.Ir.Elly Tugiyanti,MP. yang juga Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Pascasarjana Unsoed.

Nur Hidayanto, ketua tim dari kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan PKM-PI ini memakan waktu kurang lebih 5 bulan, dimana tujuan dari penerapan Smartquail Incubator ini yaitu dapat menghasilkan telur puyuh yang mempunyai kualitas baik, dapat menambah jumlah produksi telur per bulannya, serta dapat menurunkan tingkat kematian pada ternak burung puyuh. 

"Dengan tujuan tersebut harapannya alat yang telah kami implementasikan dapat bermanfaat untuk mitra dan dapat digunakan di peternakan tersebut dalam jangka waktu yang lama," harapnya. (hen)

redaksi

No comment

Leave a Response