Tiga Negara Desak Iran Untuk Kembali Patuhi Perjanjian Nuklir

 

Matamatanews.com, PARIS— Dalam komunike bersama yang pada Senin (11/11/2019) kemarin, tiga negara seperti Perancis, Jerman dan Inngris menyerukan Iran untuk kembali mematuhi Rencana Aksi Akomprehensif Bersama (JCPOA) terhadap program nuklir Republik Islam.sepert dilansir kantor berita Rusia, TASS, ketiga negara juga menyatakan keprihatinannya terhadap keputusan Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium di fasilitas Fordow.

"Menteri Luar Negeri Perancis, Jerman dan Inggris dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa sangat prihatin dengan pengumuman terbaru bahwa Iran memulai kembali kegiatan pengayaan uranium di fasilitas Fordow, sebagaimana dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan 11 November, "bunyi pernyataan itu.

"Tindakan Iran tidak konsisten dengan ketentuan JCPoA yang jelas tentang Fordow dan memiliki implikasi proliferasi yang parah," katanya. "Ini merupakan percepatan yang disesalkan atas pelepasan Iran dari komitmen di bawah JCPoA."

Para menteri luar negeri dari tiga negara mendesak Teheran "untuk membalikkan semua tindakan yang tidak konsisten dengan JCPoA, termasuk melebihi jumlah maksimum cadangan uranium yang diperkaya rendah yang diizinkan dan batas pengayaan maksimum yang diizinkan, dan tidak menghormati batas yang ditetapkan oleh JCPoA pada kegiatan litbang nuklir."

"Kami menggarisbawahi pentingnya implementasi penuh dan efektif JCPOA oleh semua pihak dan mengkonfirmasi tekad kami untuk melanjutkan semua upaya untuk melestarikan perjanjian, yang merupakan kepentingan semua orang," bunyi dokumen tersebut.

Ketiga negara percaya bahwa "Iran harus kembali ke pelaksanaan penuh komitmennya di bawah JCPoA tanpa penundaan" dan "sepenuhnya bekerja sama dengan IAEA dalam kerangka kerja JCPoA."

"Kami siap untuk melanjutkan upaya diplomatik kami untuk menciptakan kondisi untuk, dan untuk memfasilitasi, peningkatan ketegangan di Timur Tengah, dengan tujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional," kata tiga menteri luar negeri.(cam)

redaksi

No comment

Leave a Response