Tidak Mudah Memimpin Ormas Dan Parpol, Apalagi Memimpin NKRI

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Sahabat saya pernah jadi Ketua Umum KNPI yang terdiri dari lebih 110 organisasi pemuda. Beliau adalah keluarga dari salah satu orang kaya dan politikus parpol besar. Selama kepengurusannya yang satu periode, beliau mengalami pengalaman yang membuatnya berkesimpulan "Saya tidak mau lagi mengkritik Presiden". Karena beliau merasakan sendiri betapa susahnya mengurus ormas yang anggotanya jauh lebih kecil dari jumlah ormas se-Indonesia dan anggotanya tidak sampai 270 juta orang. 

Banyak orang mengkritik dan melecehkan Presiden karena wawasannya yang sangat terbatas. Pemahamannya tentang penguasa sebesar NKRI tidak cukup, jadi mulutnya asal bicara tanpa paham apa yang dibicarakannya.

Saya juga punya sahabat yang sejak tahun 1967 ikut Presiden Soeharto sampai beliau lengser. Sahabat saya itu Mayor Kopassus asli Madura dan sangat fanatik Islamnya. Berkat beliau saya kenal dengan Kyai Abdurrohim Yashuri, murid pesantren Buntet. Beliau salah satu ulama yang sangat akrab dengan keluarga Soeharto. Kedua sahabat saya tersebut menjelaskan pada saya cara Soeharto memimpin bangsa ini. 

Sangat banyak variabel yang ada di kelas kepala negara, jadi Soeharto termasuk orang yang hebat sekali karena mampu bertahan selama 32 tahun. Prestasi dan apa yang diperbuatnya semua sangat kontroversil bagi rakyat kita, itu adalah hal biasa terjadi disemua negara berkembang. Saya pribadi hanya menilai lama berkuasanya Presiden Soeharto saja yang membuat saya kagum, mungkin beliau adalah satu - satunya presiden yang paling lama selama sejarah NKRI.

BAGAIMANA DENGAN JOKOWI ?

Saya tidak melihat ada yang aneh dari Jokowi, semua Presiden NKRI tidak beda jauh. Semua berusaha berbuat semaksimal kemampuannya, perkara rakyat ada yang puas dan tidak puas semua presiden juga mengalami hal yang sama. 

Saat aksi 1978 dulu, aktifis ITB menulis besar - besar "Gantung Soeharto" di genteng aula barat. Anjing - anjing liar yang ada di ITB ditulis nama "Sudomo". Saat itu tidak ada medsos jadi protesnya secara fisik. Akibatnya kampus ITB diduduki tentara dengan brutal dan banyak mahasiswa yang terluka kena bayonet dan diinjak - injak tentara. 

Serangan pada Jokowi terjadi di dalam dunia maya dan demo - demo yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat. Jadi tidak ada bedanya, sama - sama diserang juga dan sama - sama membalas. Korbannya juga berjatuhan, jadi itulah risiko perjuangan dari sisi yang anti Jokowi dan resiko sebagai Presiden dari sisi Jokowi. Bagi saya semua biasa - biasa saja dalam dinamika BELAJAR  berbangsa dan bernegara.

SITUASI NKRI SAAT INI.

Tidak terasa betapa NKRI sudah bertransformasi secara luar biasa, dari zaman Soekarno sampai zaman sekarang saya rasakan benar berbagai perubahan yang terjadi disemua bidang IPOLEKSOSBUD HANKAM. Bagi mereka yang Jujur dalam mengamati dan mengalami perjalanan bangsa dan negara ini, pasti mengakui bahwa kita adalah bangsa dan negara yang berubah secara dahsyat. 

Soeharto dalam zamannya membuat bangsa ini mengetahui kehidupan modern yang pada zaman Bung Karno tidak dikenal luas. Habibie mewarnai bangsa ini dengan teknologi tingkat dunia, kemudian bangsa dan negara ini berreformasi dalam cara berkonstitusi dengan amandemen UUD 45 pada tahun 2002, jadi kita sekarang pakai UUD 2002 yang beda rohnya dengan UUD 45. 

Kemudian dunia berubah terus sampai terjadinya perubahan peradaban berkomunikasi kita akibat majunya Teknologi informasi dan komunikasi. Bangsa dan negara kita tidak ketinggalan zaman, kita hanya telat startnya sebagai negara yang besar dan baru lahir tahun 1945. Anak - anak bangsa kita di dalam negeri dan diaspora Indonesia diluar negeri punya prestasi yang tidak kalah dengan bangsa - bangsa maju lainnya. Memang kita belum merata kesejahteraannya, tapi semua pihak menyadari ketimpangan tersebut, jadi upaya membangun secara merata juga dilakukan terus, terutama dengan diterapkannya otonomi daerah. Jika dulu hanya Jawa yang dibangun, saat ini kita akan jumpai kantor - kantor Pemda se-Indonesia yang megah dan khas daerahnya masing - masing. 

Amerika, Eropa, Timur Tengah, Cina, Rusia dan negara - negara maju lainnya punya alasan yang membuat Indonesia belum bisa seperti mereka, diantaranya adalah mereka sudah ratusan tahun merdeka dan membangun negaranya. Jadi menurut saya, ini hanya masalah waktu saja. Jika ada yang puas dan tidak puas dengan Jokowi, hal ini sangat lumrah, yang pasti Presiden kita hari ini adalah Jokowi yang dalam segi pembangunan infrastruktur negeri ini beliau adalah jawaranya. Perkara ada yang pro dan kontra, saya anggap biasa saja. 

Saat ini Jokowi "dihajar" karena mengeluarkan PERPRES MIRAS, saya dulu juga mengalami zaman Soeharto mengadakan SDSB dan segala yang dilarang agama dibolehkan. Akhirnya Allah membuat Soeharto tumbang dengan cara yang kurang elok. 

Jika Jokowi siap ditumbangkan dengan cara yang tidak elok, kita tidak bisa bilang apa - apa kecuali menyayangkan saja. Hanya gara - gara butuh uang sampai melanggar aturan Tuhan-pun Jokowi lakukan. Perasaan dan prediksi saya kemungkinan Jokowi akan jatuh seperti Soeharto. Walaupun banyak jasanya tapi karena aturan Allah dilanggar ujungnya dijatuhkan ditengah jalan.

APAKAH TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK DAPAT DANA ? 

Saya tahu tidak semua orang bisa mencari dana - dana besar dengan mudah, tapi bukan berarti tidak ada orang Indonesia yang tahu dimana dan bagaimana mendapatkan dana - dana besar tersebut. 

Secara kasar dana besar itu bisa kita bagi dalam 3 sumber. Pertama dari kelompok CGI dengan orang - orang Yahudi yang jadi otaknya, kedua dari Cina dan sumber ketiga dari negara Arab yang kaya. Saya kurang yakin dengan dana dari Rusia, jadi belum saya anggap sebagai sumber dana juga. Kalau teknologinya saya tahu mereka tidak kalah dari Israel. 

Saya kenal dengan sahabat - sahabat yang jadi juru kunci ketiga sumber dana tersebut diatas, tinggal pintar - pintar rezim Jokowi saja meminta tolong pada mereka, jadi tidak usah sampai melanggar aturan Tuhan Yang Maha Esa hanya gara - gara dana besar yang dibutuhkan saat ini, padahal menurut keyakinan saya tidak sulit mendapatkannya. Jika para pembantu Jokowi tidak pandai mendapatkan dana besar, tinggal diganti saja dengan yang pandai, bukan mengizinkan membangun industri miras yang dilaknat Allah Subhanahu Wa Taala. 

APAKAH SAYA BISA MENDAPATKAN DANA - DANA BESAR TERSEBUT ?

Seumur hidup saya, saya BELUM PERNAH mengupayakan dana - dana besar, tapi saya tahu sumber - sumber dana tersebut. Saya tidak butuh dana besar, jadi tidak terpikir untuk cari dana besar untuk kepentingan diri sendiri.

Jika Jokowi butuh bantuan saya untuk cari dana besar, insya Allah saya akan bantu mencarikannya dengan syarat ikut cara saya. Syarat yang saya tetapkan membuat pencarian dana besar ini menjadi mudah dan tidak ada risikonya sama sekali karena semua dana operasinya saya upayakan sendiri, jadi TIDAK PAKAI DANA DARI NEGARA SAMA SEKALI. 

Dalam tim pencari dana besar ini akan saya libatkan orang - orang dan institusi - institusi yang sangat kredibel, jadi rakyat dan negara benar - benar dibantu bukan diperalat. Dana yang kita dapatkan akan dikelola dengan cerdas sehingga NKRI akan menjadi negara maju yang lebih hebat dari negara yang sudah maju. Hal ini sangat wajar karena sumber daya alam NKRI jauh lebih kaya dari negara - negara yang sudah maju tersebut. 

Saya adalah ahli geologi jadi saya paham benar kekayaan kita, saya juga Ketua Lembaga Ekonomi selama lebih dari 20 tahun, jadi dari pengalaman berinteraksi dengan para ahli dan praktisi ekonomi dalam dan luar negeri saya yakin dalam urusan ekonomi kita bisa mengalahkan semua negara maju tersebut jika kita cerdas mengelola apa yang Allah sediakan untuk kita ini. 

Saya yakin asing dan aseng akan terganggu jika negara kita ikut berbisnis, jadi mereka pasti akan berupaya menghambat kita, tapi sebagai pembawa amanah UUD 2002 yang mengutamakan kepentingan rakyat, semua hambatan sehebat apapun insya Allah bisa kita lalui dengan mudah, karena Allah sudah menyediakan semua komponen yang dibutuhkan untuk itu.

BERAPA LAMA WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMAJUKAN INDONESIA??

Insya Allah tidak sampai tahun 2024 semua masalah bangsa dan negara yang menghambat kemajuan kita sudah bisa kita atasi. Saya yakin Jokowi bisa melakukan itu jika didukung oleh orang - orang yang tepat. 

Agar fair dan tidak merusak suasana, saya sarankan Jokowi membentuk tim yang terpisah dengan INPRES yang memberi wewenang tim tersebut bekerja  mendapatkan dan mengelola dana besar untuk bangsa dan negara, terpisah dari tim ekonomi yang ada. Insya Allah mereka tidak akan saling tabrakan karena sumber - sumber dana yang saya miliki beda dengan sumber - sumber dana yang diincar tim ekonomi yang ada sekarang.  

Saya juga akan bantu mengelola dan memanfaatkan dana tersebut untuk bidang - bidang yang tidak dikerjakan oleh tim yang ada saat ini. Salah satu syarat yang saya ajukan adalah saya yang pilih orang - orang yang masuk dalam tim yang saya bentuk. Insya Allah semuanya sudah Jokowi kenal, mereka adalah orang - orang yang benar - benar cinta pada NKRI. Diantara mereka ada yang dari lembaga keamanan negara, ada juga tokoh nasional yang siap mendukung dana operasinya. INSYA ALLAH dengan niat ibadah pada Allah Subhanahu Wa Taala, tim ini akan sukses membantu bangsa dan rakyat Indonesia. Wallahu a'lam bissawab. (Penulis : Abdurrahman Imbang Djaja Chaerul –Pengamat Ekonomi Islam)

 

redaksi

No comment

Leave a Response