"Tetragonula Drescheri" Lebah Klanceng Khas Banyumas

 

Matamatanews.com, AJIBARANG - Prawita Garden, nama tersebut mungkin tak asing lagi bagi pecinta madu di tanah air. Kebun buah dan peternakan lebah ini berada di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Keuletan dan kerja keras Teguh Waluyo sang pemilik kini telah membuahkan hasil. Bisnisnya pun tak hanya fokus ke dunia perlebahan namun juga merambah ke bisnis lain seperti tanaman buah langka, agrowisata dan lainnya. 

Bisnis yang telah digelutinya sejak tahun 2014 tersebut telah menjadikan Teguh Waluyo memperoleh berbagai penghargaan, diantaranya Juara 1 Lomba Kewirausahaan Nasional tahun 2017, Juara 1 Lomba Inovasi Koperasi tingkat Nasional tahun 2019, dan mewakili Kabupaten Banyumas pada Ajang Lomba Pemuda Pelopor tingkat Jawa Tengah tahun 2019. 

Salah satu yang menjadi kebanggan Teguh adalah telah ditemukannya lebah tidak bersengat jenis klanceng khas Banyumas diberi nama Tetragonula Drescheri. 

Menurut Teguh, populasi lebah jenis ini sangat sulit ditemukan di wilayah Banyumas sendiri atau bisa dikatakan hampir punah.

Ada tiga alasan yang mendorong dia membudidayakan klanceng jenis Drescheri sesuai konsep konservasi, yaitu:

1. Pelestarian, tujuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi Klanceng Tetragonula Dresceri ini,

2. Pengawetan, untuk mencegah lebah klanceng ini hilang dari wilayah Banyumas,

3. Pemanfaatan, disamping melestarikan dan mengawetkan, kekayaan alam Banyumas, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi.

Saat menunjukkan hasil panennya Teguh mengungkapkan bahwa lebah Tetragonula Drescheri mempunyai bentuk fisik dan kantong madu lebih besar dibanding jenis Tetragonula Laeviceps. 

Dia mempunyai 10 kotak koloni Drescheri namun setelah 1,5 tahun ia pelihara ternyata 2 kotak telah kosong.  Dari 8 kotak yang dia panen menghasilkan 7,1 kg, setelah melalui proses penyaringan menghasilkan 1.9 liter madu murni. 

Teguh berpesan bagi para peternak lebah bahwa sebaiknya jangan panen saat paceklik, namun alangkah baiknya jika dilakukan saat musim bunga. Hal tersebut beralasan karena pada musim bunga ketersediaan bahan makanan cukup dan aman bagi lebah untuk berkembangbiak.

"Salam petani muda," kata Teguh mengakhiri. (Hen)

redaksi

No comment

Leave a Response