Tersangkut Kasus Narkoba, Politikus Nasdem Terancam Hukuman Mati

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Anggota non aktif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Sumatera Utara, Ibrahim Hasan yang akrab disapa Ibrahim Hongkong, yang tertangkap memiliki narkoba jenis sabu dan ekstasi tampaknya akan dikenakan pasal berlapis. “Bukan hanya kita miskin dia, kita sengsarakan dia,” kata Deputi Bidang pemberantasan Badan Narkotik Nasional (BNN) Republik Indonesia Irjen (Pol) Arman Depari, Selasa (21/8/2018) lalu.

Perbuatan atau tindakan Ibrahim tidak dapat ditolelir, karena sebagai anggota DPRD Langkat seharusnya ia memiliki moral dan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya mengumpulkan masyarakat untuk mengedarkan narkoba, kata Irjen (Pol) Arman Depari.

Kini BNN tampaknya akan menjerat Ibrahim Hasan dengan Pasal berlapis, salah satunya dengan mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) . Pengusutan tersebut merupakan pengembangan setelah BNN menyita narkoba jenis sabu seberat 105 kilogram dan 30 ribu butir pil ekstasi dari politikus Partai Nasdem.

“Untuk mengusut tuntas dan mengetahui harta bergerak maupun tidak bergerak milik yang bersangkutan.memang saya dengar dia punya ladang sawit. Itu nanti akan kami selidiki. Bila terbukti itu hasil tindak pidana pencucian uang, ya disita,” tegas Arman.

Kini Badan Narkotika Nasional (BNN) menjerat anggota fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ibrahim Hasan dengan Pasal 114 ayat2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancamannya hukuman mati. Seperti diketahui Ibrahim Hasan ditangkap di Pangkalan susu, Sumatera Utara pada Minggu (19/8/2018) lalu karena memiliki  tiga karung goni berisi narkotika seberat 105 kilogram dan ekstasi 30 ribu butir.

Selain Ibrahim, BNN juga menangkap enam orang yang membantu Ibrahim, yaitu Uun Sasmita (43), Kepala Dusun  II Desa Paya Tampak Pangkalan susu, Henri (45) Kepala Kantor Pos Pangkalan Susu Hamzah (42) yang berprofesi sebagai sopir, Yanik (40), Ibrahim Jampok (45) dan Ian (40).

Menurut Arman, Ibrahim telah mengakui penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Ibrahim adalah merupakan sindikat peredaran narkoba internasional Malaysia-Indonesia. Ia mengendalikan barang di wilayah Aceh, kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. Bahkan, kemarin BNN kembali menangkap satu anak buah Ibrahim, Firdaus alias Daus yang bertugas mengantar sabu dengan speed boat dari Pulau Pinang, Malaysia, ke titik pertukaran narkoba di tengah laut.

Dengan ditangkapnya Ibrahim Hasan ,masyarakat berharap BNN terus menyisir dan mengusut seluruh praktik gelap yang dilakukan pelaku yang selama ini dijalaninya dengan menggunakan jabatan yang disandangnya."Kami yakin BNN mampu mengungkap seluruh praktik busuk yang dilakukan pelaku selama ini,meski katanya memiliki kebun sawit," ujar seorang warga di Pangkalan Susu, Iskandar. Bravo untuk BNN,katanya. (cam) 

 

 

 

sam

No comment

Leave a Response