Terpapar Dugaan Suap 7 Anggota DPRD Sumut Dicokok KPK

 

Matamatanews.com,SUMUT—Berita tak sedap kembali menyeruap di Sumatera Utara. Sebanyak tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2009-2014 dan 2014-2020 Sumatera Utara dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK karena terpapar dugaan  suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.Tujuh anggota DPRD yang ditahan itu masing-masing Muhammad Affan (PDIP),Budiman Nadapdap (PDIP),Guntur Manurung (Demokrat),Zulkifli Effendi Siregar (Hanura),Bustami (PPP) Parluhutan Siregar (PAN) dan Zulkifli Hussein (PAN).

Kepala bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan,bahwa penahanan itu berdasarkan kewenangan penyidik sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 KUHP,sehingga penahanan dilakukan. Ketujuh legislator ini ditahan karena dianggap telah melanggara pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 200 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ketujuh anggota DPRD ini ditahan di tiga tempat yang berbeda,seperti Affan ,Guntur, dan Parluhutan ditahan di Rutan Polres Metro jakarta Pusat. Sedangkan Budiman dan Zulkifli di Rutan salemba, sementara Zulkifli Hussein ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur. Mereka ditahan selama 20 hari ke depan.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan tersangka sebanyak 13 orang,termasuk Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Dari 13 orang anggota DPRD yang dijadikan tersangka,baru 7 yang ditetapkan sebagai tersangka baru. Sedangkan lima tersangka lainnya sudah divonis bersalah majelis hakim Tipikor,yaitu Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Chaidir Ritonga,Sigit Pramono Asri, dan Kamaluddin Harahap.

Kamaluddin diganjar empat tahun delapan bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara dan dibebankan membayar uang pengganti Rp 26 miliar. Sementara Ajib diganjar empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Chaidir Ritonga divonius empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp 200 juta Subsider tiga bulan kurungan serta wajib membayar uang pengganti Rp 2,3 miliar subsider satu tahun kurungan.

Di bagian lain, Saleh dijatuhi hukuman empat tahun penjara plus denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 712 juta.Ada pun Sigit Pramono dijatuhi empat tahun enam bulan penjara plus denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp 355 juta subsider enam bulan kurungan. Dan kini tersangka kasus dugaan suap ini bertambah tujuh orang dan kesemuanya legislator,sehingga wibawa para wakil rakyat ini semakin terpuruk dimata masyarakat.

“Kasus dugaan suap ini pada akhirnya menyeret sejumlah anggota legislator daerah,karena tidak mungkin seorang gubernur mengatakan salah orang atau salah sebut.Dan penangkapan oleh KPK harus didukung semua pihak sehingga wibawa lembaga anti rasuah ini semakin kuat,”papar Deddi Harnanto,SH praktisi dan pemerhati masalah kebijakan publik kepada SM Akbar darti Matamatanews.com di Jakarta,kemarin. (MI/Cah/icam)

 

 

sam

No comment

Leave a Response