Ternyata, Lumut Bisa Mengurangi Bahaya Banjir

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pembatasan interaksi fisik dengan cara 'bekerja dari rumah' sejauh ini dipandang sebagai metode paling efektif demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. Saat sistem bekerja dari rumah (Work From Home / WFH) dilaksanakan, Unsoed meniadakan kuliah tatap muka langsung, diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mengandalkan jaringan internet.

" Selama pelaksanaan sistem bekerja dari rumah (WFH), ada yang menarik untuk dikaji yakni keberadaan tumbuhan lumut tumbuh subur di area parkir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsoed, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Einstein menambahkan, ketertarikannya pada tumbuhan lumut berawal saat dirinya melihat foto di media sosial yang diunggah oleh Dosen Jurusan Kimia FMIPA Unsoed Amin Fatoni,PhD. Awalnya, saat datang ke kampus pada hari Rabu-Kamis (17-18/06/2020) dirinya melihat pemandangan menarik pada tumbuhan lumut, hal ini menggugah hoby lama Amin Fatoni yakni fotografi. Diapun menyempatkan diri untuk mengabadikan dan menggunggahnya di media sosial.

Menurut alumni Program S3 dari Prince of Songkla University, Hat Yai Thailand, banyak sisi indah secara fotografi di sekitaran kampus Unsoed, jika jeli melihatnya. Satu diantaranya adalah tumbuhan lumut yang tumbuh subur di area parkir.

Sementara Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Dr.Pudji Widodo,M.Sc. mengatakan, meskipun kecil, lumut bisa menjadikan lahan parkir di FMIPA menjadi lebih indah.

"Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Divisi Bryophyta. Lumut adalah tumbuhan pertama yang beradaptasi dengan lingkungan darat, menyesuaikan diri dengan lingkungan darat yang lembab dan basah. Jadi lumut merupakan peralihan tumbuhan yang tumbuh di habitat air ke habitat darat, maka tumbuhan lumut disebut pula tumbuhan amfibi (amphibious plant), " terang Alumni S2 Lincoln University Christchurch New Zealand ini.

 Puji Widodo yang juga Anggota Masyarakat Biodiversitas Indonesia ini menjelaskan lumut secara umum merupakan tumbuhan darat yang tubuhnya belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun. Selain itu, lumut tidak mempunyai pembuluh pengangkut berupa xylem dan phloem. Tetapi lumut mempunyai klorofil sehingga dimasukkan ke dalam dunia tumbuhan atau Kingdom Plantae.  Sehingga, lumut sering disebut juga sebagai tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus (Thallophyta) dan tumbuhan berkormus (Cormophyta). 

Lanjut Puji, lumut yang paling banyak ditemukan adalah lumut daun (Musci). Lumut banyak ditemukan di tanah yang lembab, banyak juga yang tumbuh sebagai epifit di pepohonan.  Lumut berperan sebagai penghasil oksigen, penyimpan air, dan sebagai penyerap polutan. Beberapa species lumut dimanfaatkan sebagai tanaman hias ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.  Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menahan air pada musim kemarau. Sehingga bila kita duduk di lantai berlumut maka celana kita akan basah meskipun pada musim kemarau.

"Bila kita ingin mengetahui lebih banyak tentang lumut, sebaiknya kita datang saja ke Kebun Raya Cibodas yang memiliki koleksi lumut terlengkap, "kata Puji mengakhiri. (hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response