Terlalu, Ditengah Ketegangan Jet Israel Serang Gaza

 

Matamatanews.com, GAZA—Jet tempur Israel seperti dilaporkan kantor berita Palestina WAFA, Jum’at (14/6/2019) pagi tadi menggempur sejumlah sasaran di Jalur Gaza yang terkepung,meski tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan kerusakan parah dibeberapa tempat.Seperti dilaporkan WAFA, bahwa pesawat tempur F-16 milik Israel menggempur lokasi yang terletak di sebelah timur kawasan Zeitun , sebelah Kota Gaza dengan menggunakan tiga rudal hingga rumah-rumah-rumah sipil yang bertetangga mengalami kerusakan dan runtuh.

Selain wilayah Zeitun, pesawat-pesawat tempur Israel juga menargetkan daerah pelabuhan, di sebelah barat kota Khan Younes, dengan dua rudal. Selain itu, artileri negara zionis itu juga menembakkan beberapa peluru ke arah lahan pertanian di sebelah timur kota Rafah di strip selatan hingga menimbulkan kerusakan bangunan.Dalam serangan tersebut seperti dilaporkan WAFA tidak ada korban jiwa.

Pihak Israel mengatakan bahwa serangan udara terakhir di jalur yang tengah dilanda perang itu sebagai balasan atas peluncuran roket pada Kamis (13/6/2019) malam yang dilakukan pihak Palestina dari wilayah selatan yang diduduki Israel, hingga mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.Sejauh ini tidak ada yang satu faksi Palestina yang mengaku bertanggungjawab atas serangan roket tersebut.

Sejak Hamas memenangkan pemilihan dan mengambil alih kekuasan di Jalur Gaza pada tahun 2007 silam, Israel telah memblokade dan melumpuhkan jalur tersebut. Dua juta kantong kemiskinan dan hak-hak dasar mereka menurun drastis  ditambah meningkatnya angka pengangguran membuat rakyat Palestina hidup dalam kemiskinan, namun angka kemiskinan tersebut kemudian dibantah.

Sejak Hamas memenangkan pemilihan dan mengambil alih kekuasan di jalur tersebut pada tahun 2007 lalu, Israel telah memblokade dan melumpuhkan Jalur Gaza. Dibawah Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993, Israel wajib mengizinkan penangkapan ikan hingga 20 mil laut, tetapi ini tidak pernah dilaksanakan.Israel mempertahankan kehadiran angkatan laut dengan ketat dan membatasi lalu lintas para nelayan hingga mempengaruhi sedikitnya 1.500 dari 4.000 nelayan terlibat dalam industri perikanan.

Dalam tiga dekade terakhir, Israel telah meluncurkan tiga serangan besar di Gaza hingga merusak berbagai infrastruktur.Dan sejak 30 Maret 2019 lalu, warga Gaza telah melancarkan  protes besar-besar setiap minggu di Great Front of Return di sepnajang perbatasan timur Gaza dengan Israel dan menyerukan agar Israel membuka blokade yang berjalan selama 12 tahun sekaligus menuntut hak mereka agar tanah keluarga mereka yang diusir selama pendirian Israel pada tahun 1948 dikembalikan.* (manda)

 

 

sam

No comment

Leave a Response