Terkait Corona, Turki akan Kucurkan Paket Bantuan Sebesar US$ 15,4 Miliar

 

Matamatanews.com, ANKARA—Rabu 18/3/2020) kemarin,Presiden Turki Racep Tayyip Edogan mengatakan bahwa Turki akan menggelontorkan paket bantuan sebesar US$ 15,4 atau senilai  100 miliar lira untuk mengatasi dampak ekonom dari munculnya wabah virus Corona. Paket tersebut termasuk pemotongan pajak, penundaan pembayaran utang, dan mendorong para pengusaha untuk melakukan kerja jarak jauh.

Paket yang diumumkan Erdogan tersebut meliputi penundaan pembayaran utang dan pemotongan pajak di berbagai sektor, langkah itu diambil guna melawan pandemi Corona di Istana Cankaya, Ankara.

"Pajak pertambahan nilai (PPN) untuk penerbangan domestik telah dipotong menjadi 1% dari 18% untuk periode tiga bulan," kata Erdogan.

Ia menambahkan bahwa pajak akomodasi juga tidak akan diberlakukan hingga November mendatang, termasuk premi jaminan sosial dan pengurangan PPN telah ditangguhkan selama enam bulan  di berbagai sektor, termasuk ritel, mal, baja besi, atomotif dan tekstil.

Selain itu, pembayaran kredit untuk perusahaan yang menghadapi gangguan arus kas karena coronavirus akan ditunda selama tiga bulan, tambahnya.

"Kami akan memberikan dukungan tambahan kepada perusahaan-perusahaan itu ketika dibutuhkan," kata presiden.

Lebih lanjut ia mengatakan pembayaran kredit pengrajin dari Halkbank juga akan ditunda selama tiga bulan tanpa bunga.

Untuk mempertahankan tingkat pemanfaatan kapasitas, pemerintah telah memutuskan untuk memperluas dukungan keuangan untuk stok bagi para eksportir, Erdogan menambahkan.

Negara  juga menggandakan batas dana jaminan kredit menjadi 50 miliar lira Turki ($ 7,70 miliar), naik dari 25 miliar lira ($ 3,35 miliar).Ia mendesak pengusaha untuk mendorong model kerja yang fleksibel dengan cara kerja jarak jauh untuk membendung penyebaran virus.

"Kami akan mendorong paket kredit untuk warga negara dalam kondisi yang menguntungkan dan menguntungkan," kata Erdogan.

Erdogan menambahkan bahwa jumlah pensiun terendah juga telah meningkat menjadi 1.500 lira Turki ($ 231).Virus baru yang muncul di Wuhan, Cina Desember lalu kini telah menyebar ke setidaknya 164 negara dan wilayah di seluruh dunia, dengan Eropa sebagai pusatnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Dengan angka kematian global lebih dari 7.800, pandemi ini telah membuat kota-kota besar di seluruh dunia terhenti sehingga stok saham jatuh dan bisnis menghadapi kerugian besar.(bar/berbagai sumber)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response