Terjadi Ketegangan Maritim, Singapura Peringatan Malaysia

 

Matamatanews.com, SINGAPURA – Singapura pada Senin (14/1) mengeluarkan peringatan pada Malaysia setelah terjadi peningkatan ketegangan maritim antara dua negara tersebut. Dalam peringatan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dihadapan parlemen, disebutkan bahwa Singapura menyatakan siap mempertahankan kepentingan-kepentingan negaranya dalam kemelut diplomasi ini.

“Kami akan selalu mengambil langkah yang sepadan untuk menjaga kepentingan negara kami, dan setiap negara yang berurusan dengan Singapura harus tahu bakal ada konsekuensi jika mencoba bermain-main dengan kami,” pidato Menlu Balakrishnan.

Hubungan antara Singapura dan Malaysia memanas setelah terjadi perubahan pemerintahan di Kuala Lumpur sejak Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri pada Mei lalu setelah ia secara tak terduga memenangkan pemilu.

Hubungan antarnegara bertetangga itu sebenarnya telah mengalami banyak ujian sejak Malaysia mengeluarkan Singapura dari Federasi Malaysia pada 1965.

Ketegangan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Singapura mengklaim bahwa kapal Malaysia telah memasuki wilayah perairannya. Krisis diplomasi itu semakin runyam setelah Singapura berencana melakukan prosedur pendaratan pesawat yang baru yang diklaim Kuala Lumpur bakal melanggar wilayah udaranya.

Insiden terakhir terjadi saat menteri utama dari Negara Bagian Johor, Osman Sapian, mengunjungi kapal Malaysia, Pedoman, yang tengah berlabuh di perairan yang diklaim Singapura sebagai wilayah maritimnya. Johor adalah negara bagian Malaysia yang wilayahnya amat berdekatan dengan Singapura.

Akibat perseteruan itu, Singapura segera membatalkan rencana pertemuan antara pejabat dari dua negara sebagai bentuk protes.

Ketegangan sempat mereda pada pekan lalu saat menteri luar negeri dari dua negara bertetangga itu bertemu di Singapura dan menyepakati untuk mengambil langkah-langkah untuk meredakan perseteruan wilayah udara dan maritim. Sayangnya kesepakatan itu mereda sesaat saja karena insiden kunjungan menteri utama Johor kembali memanaskan ketegangan bilateral.

Hubungan bilateral Singapura-Malaysia menghangat saat Malaysia dipimpin oleh mantan PM Najib Razak. Hubungan mulai memburuk saat Mahathir kembali menjadi PM Malaysia. Sebelumnya Mahathir pernah menjadi PM Malaysia pada periode 1981 hingga 2003.

Sejumlah pengamat mengkaitkan sikap anti-Singapura Mahathir sudah lama terjadi sejak negara kota itu dipimpin oleh Lee Kuan Yew.

Saat Mahathir pertama kali berkuasa pada 1981, ketegangan bilateral Malaysia-Singapura kerap terjadi mulai dari mempersoalkan pasokan air ke Singapura yang dialirkan dari Malaysia, hingga rencana pemimpin Malaysia itu saat ingin membangun proyek jembatan penghubung untuk menggantikan jalan layang yang telah ada saat ini.Hingga saat ini proyek jembatan penghubung antarnegara ini sama sekali tak terlaksana.  *

sam

No comment

Leave a Response