Terdakwa Kasus Korupsi PT.BKK Jateng Cab.Banjarnegara Dituntut Penjara 5 Tahun 6 Bulan

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA - Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banjarnegara melanjutkan persidangan perkara tindak pidana korupsi pada PT. BKK Jateng Cabang Banjarnegara Kantor Cabang Pembantu Batur dengan terdakwa NH (28 tahun) dengan agenda Pembacaan Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. Selasa (04/05/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Sigid J. Pribadi, SH, MH melalui Kasi Intel Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua, SH menyatakan bahwa tuntutan terhadap terdakwa dibacakan oleh Jaksa Purna Nugrahadi, SH, dengan amar tuntutan menyatakan terdakwa Nurul Huddah Bin H. Sakir (Alm) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “korupsi secara berlanjut” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan 6 (enam) bulan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa, dan denda sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan, dan menetapkan agar terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp. 631.866.573,00 (enam ratus tiga puluh satu juta delapan ratus enam puluh enam ribu lima ratus tujuh puluh tiga rupiah) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak sanggup membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. Maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 8 (delapan) bulan," terang Zebua.

Lebih lanjut Kasi Intel Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua, SH menyatakan barang bukti berupa sejumlah dokumen dikembalikan kepada pihak PT. BKK Jateng Cabang Banjarnegara. Sementara barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda dirampas untuk untuk Negara dan uang hasil lelang tersebut disetorkan ke kas negara dan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti, serta menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

"Persidangan berlangsung secara virtual dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rochmad, SH bersama hakim anggota Agoes Prijadi, SH dan Anggraeni, SH serta Karlen Sitopu, SH Panitera Pengganti dalam perkara tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Klas IA Semarang," kata Zebua.

Dalam persidangan lanjut Zebua terdakwa didampingi Penasihat Hukum Wiyogo, SH dan Haryani Mularsih, SH. 

"Dengan selesainya persidangan pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim menunda sidang selama 1 (satu) minggu kedepan yaitu pada hari Selasa tanggal 11 Mei 2021 dengan agenda penyampaian nota pembelaan (pleidoi) dari terdakwa," ujar Zebua.(One/Jof/awi)

redaksi

No comment

Leave a Response