Tentara Myanmar Terpapar Jual Beli Obat Terlarang

 

Matamatanews.com, MYANMAR – Senin (01/05/2017), Empat orang pria ditangkap pihak kepolisian Myanmar karena menyeludupkan ratusan pil metamfetamin di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dua diantaranya merupakan perwira militer.

Dari keterangan petugas yang berjaga di wilayah perbatasan, keempat orang itu berniat menyeludupkan obat-obatan terlarang dari Rakhine, tepatnya di Butheedaung ke Maungdaw.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (03/05/2017) “Seorang mayor dan rekannya bersama dua warga Rakhine ditangkap karena kedapatan membawa pil stimulan oleh tim gabungan kami. Karena dua di antaranya merupakan petugas militer maka keduanya akan ditangani sesuai dengan aturan militer. Kami telah menyerahkan keduanya ke komando militer setempat," sambungnya CNA.

Sementara, Kepala Kepolisian Maungdaw, Kyaw Mya Win membenarkan berita penangkapan itu. Namun, Win enggan menyebutkan perwira yang terlibat dalam aksi penyeludupan obatan-obatan tersebut. Win hanya mengungkapkan bahwa dalam penangkapan itu terdapat, 440.000 tabket stimulan yang disita dan diperkirakan nilainya mencapai USD 650.000 (setara dengan Rp. 8,6 miliar).

Myanmar merupakan salah satu produsen obat terlarang terbesar didunia. Setiap tahunnya menghasilkan obat-obatan terlarang dalam jumlah besar seperti opium, ganja, dan pil metemfetamin. Obat terlarang itu dibuat oleh kelompok etnis bersenjata disepanjang perbatasan timur Myanmar.

Permintaan yang sangat besar dari negara tetangga, membuat lonjakan perdagangan barang haram itu meroket. Hal itu juga menjadi pemicu tokoh militer dan petugas keamanan di Myanmar ikut terlibat dalam penjualan dan mengambil keuntungan. [Did/Mdk/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response