Tegakkan Reforma Agraria, Kementerian ATR/BPN Tanam Padi Gogo Unsoed

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pada masa pandemi tidak ada yang tak peduli terhadap situasi orang lain. Solidaritas menjadi kunci untuk kelangsungan hidup bagi semua. Tidak ada yang aman sampai semua orang aman. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dyah Susanti,SP.,MP.

Einstein menambahkan, Pandemi Covid-19 tak menghalangi Dyah Susanti,SP.,MP. sebagai pemulia Inpago Unsoed Protani hadir meninjau demplot. 

Dyah Susanti menjelaskan, untuk meningkatkan pendayagunaan lahan untuk kesejahteraan rakyat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) melalui Direktorat Pemberdayaan Tanah Masyarakat bekerja sama dengan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LWMUI) menggerakkan pemberdayaan lahan-lahan milik pemerintah menjadi lahan produktif untuk produksi pertanian.

Peneliti Padi Fakultas Pertanian Unsoed ini menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang menjadi percontohan penanaman demplot adalah Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Selama ini, lahan di Desa Rawajaya hanya dapat ditanami padi hanya satu kali dalam satu tahun karena keterbatasan air pada musim tanam kedua dan ketiga. 

Menyiasati kondisi ini, pada demplot padi berkelanjutan dan ramah lingkungan memanfaatkan teknologi varietas unggul inbrida padi gogo (Inpago) Unsoed 1 dan Inpago Unsoed Protani yang memiliki keunggulan hasil dan toleran kekeringan. 

Kedua varietas unggul nasional ini merupakan hasil perakitan varietas para pemulia dan peneliti di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Inpago Unsoed 1 merupakan hasil rakitan Prof.Dr.Ir.Suwarto,MS. dan Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,MP.,PhD. sedangkan Inpago Unsoed Protani dirakit oleh Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,MP.,PhD., Agus Riyanto,SP.,M.Si. dan Dyah Susanti,SP.,MP.

Muh. Munawar,SP.,MP. alumnus Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1996 selaku Field Supervisor Demplot Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan menyampaikan bahwa demplot padi ini sebagai upaya mencapai solusi permasalahan yang dihadapi petani disini. 

"Permasalah tata kelola air dan kendala kekeringan menjadi hambatan produksi padi," kata Munawar.

Lebih lanjut Munawar menambahkan bahwa Intervensi teknologi budidaya melalui penggunaan varietas unggul Inpago Unsoed 1 dan perbaikan struktur/tekstur tanah dengan menggunakan pupuk organik Doami. 

"Selain varietas Inpago Unsoed 1, diujicobakan varietas Inpago Unsoed Protani sebagai varietas unggul baru dengan karakter tahan kekeringan dan kandungan protein tinggi. Fakultas Pertanian Unsoed selama ini fokus pada pendayagunaan lahan-lahan marginal," ungkapnya. 

Sementara Ketua Kelompok Tani Barokah Desa Rawajaya  Sukardi menyampaikan bahwa berkat kegiatan demplot, pihaknya bisa menanam padi pada musim sekarang. 

"Biasanya kami ragu ketika musim kedua akan menanam padi, karena irigasi disini kurang lancar, sehingga sering gagal panen," kata Sukardi 

Dia berharap ada perhatian serius dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah dan dinas terkait untuk bisa mencarikan solusi bersama permasalahan petani di desanya. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response