"Tears In Heaven" Ungkapan Kesedihan Eric Clapton Atas Meninggalnya Sang Putra

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA— "Would you know my name? If i saw you in heaven. Would you feel the same? If i saw you in heaven",  adalah sepenggal lirik dari lagu Tears In Heaven yang diciptakan Eric Clapton untuk mendiang sang putra Conor Clapton

Eric Patrick Clapton CBE, adalah seorang musisi Rock dan Blues asal Inggris yang telah malang melintang dalam dunia musik sejak tahun 60an. Terhitung sudah banyak sekali album yang Eric keluarkan bersama dengan band-bandnya, begitu pula dengan album solo karirnya.

Banyak dari para pencinta musik dan kritikus-kritikus musik yang menyebutnya sebagai gitaris terhebat yang pernah ada, tak lain dan tak bukan adalah karena kepiawaiannya dan kehandalannya dalam memetik senar-senar gitar. Tidak heran jika Rolling Stone Magazine menempatkannya pada posisi ke-4 sebagai gitaris terbaik sepanjang masa.

Namun dibalik semua kesuksesan dan keahliannya dalam bermusik, terdapat duka yang amat mendalam bagi Eric Clapton. 20 Maret 1991 merupakan hari yang kelam baginya, putranya yang masih berusia 4 tahun Conor Clapton harus meninggalkannya untuk selama-lamanya. Ia terjatuh dari apartemen lantai 53 setelah sang asisten membersihkan ruangan apartemennya. Namun, membiarkan jendela tetap terbuka sehingga putra Eric yang masih polos tersebut mengalami kejadiaan yang begitu naas.

Eric yang mengetahui kejadian tersebut pun sangat syok berat dan depresi, kejadian tersebut membuatnya vakum dalam bermusik dan tidak mengadakan konser selama 9 bulan lamanya.

Setelah berperang dengan kedukaannya yang begitu mendalam, Eric pun mencoba untuk bermusik kembali. Ia diminta untuk membuat album soundtrack pada film Rush ditahun 1991. Setelah Eric melihat salah satu adegan dalam film tersebut, Eric pun berkata bahwa ia ingin membuatkan lagu untuk mendiang putranya tersebut. 

“Aku ingin menulis lagu tentang anakku” ujarnya

Lalu terciptalah lagu Tears In Heaven, lagu yang ditulis dan didedikasikan oleh Eric Clapton untuk mendiang sang putra. Pada Grammy Awards 1993, lagu Tears in Heaven memenangkan 3 penghargaan sekaligus untuk “lagu terbaik”, “rekaman terbaik”, dan “penyanyi pria terbaik”. Lagu ini juga meroketkan penjualan album “Unplugged” sehingga album tersebut menjadi album terlaris Eric Clapton sepanjang karir bermusiknya.

Tears In Heaven benar-benar menyayat hati ketika kita mencoba untuk memaknai arti dari lirik lagu tersebut. Lirik itu bagai pertanyaan yang ingin Eric sampaikan kepada anaknya di surga sana. 

'Akankah kamu tahu namaku ketika aku melihatmu di surga? Akankah kamu merasakan hal yang sama ketika aku melihatmu di surga?' Lirik dan aransemennya membuat kita benar-benar terbawa suasana. (jofi/berbagai sumber)

Artikel ditulis oleh : Nathaniel Abel C

 

redaksi

No comment

Leave a Response