Target Pembangunan Rusun Tidak Tercapai

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mencapai target untuk menyediakan ribuan unit rumah susun pada tahun ini. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 ribu unit rumah susun yang terbagi di 22 titik lokasi, namun pemerintah tidak dapat menyelesaikannya di tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung, Arifin mengatakan salah satu penyebab terhambatnya pembagunan rusun ini karena banyak sejumlah kontrak yang dibatalkan pengembang lantaran perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam. Salah satunya proyek rumah susun Jatinegara Kaum dan Pinus Elok, perusahaan yang menang lelang dengan nilai proyek Rp 83,6 miliar untuk membangun 400 unit rusun di dua loksi tersebut ternyata masuk daftar hitam lembaga lelang.

Selain itu, pembangunan rusun di sejumlah lokasi harus terhenti karena adanya audit oleh Inspektorat DKI Jakarta. Terdapat enam titik pembangunan rusun yang dihentikan pembangunannya seperti rusun Pulogebang, rusun Cakung dan Marunda. Rata-rata pembangunan rumah susun tersebut sudah mencapai 45-50 persen dengan jumlah unit rumah susun di enam lokasi tersebut mencapai 1.435 unit. Kemudian terdapat lima lokasi pembangunan yang dibatalkan karena lahannya belum tersedia, salah satunya di Cengkareng barat.

Pelaksana tugas Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Sri Rahayu Wahyuningsih mengatakan audit masih terus berlangsung sehingga belum ada keputusan rumah susun mana yang dibatalkan, ditangguhkan, atau dilanjutkan pembangunannya. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response