Tangkis, Solusi Praktis Menghasilkan Gula Kelapa Berkualitas

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO - Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. menjelaskan Gununglurah merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang terkenal sebagai sentra penghasil gula kelapa. Tim mahasiswa KKN Unsoed 2019 yakni Rezqiana Rafika Dewi, Yuli Riswanti, dan Selly Eviana Br Ginting mengenalkan “TANGKIS”, pengawet nira alami yang diciptakan oleh Dosen Fakultas Pertanian Unsoed Karseno, SP., MP., PhD. 

Einstein menambahkan pengenalan pengawet nira alami tersebut dilakukan oleh mahasiswa KKN Unsoed periode Juli - Agustus 2019 dengan cara praktek, pendemplotan, penyuluhan, dan pendampingan di tiga dusun selama 9 hari berturut-turut yakni : Dusun 1 tanggal 2 - 11 Agustus 2019, Dusun 2 tanggal 3 - 12 Agustus 2019, dan Dusun 3 tanggal  4 - 13 Agustus 2019. 

" Mereka dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Dosen Fakultas Pertanian Unsoed  

Ir. Budi Prakoso, Grad.Dip.App. Sc., M.Sc., D.Tec.Sc, " ungkapnya.Menurut Saimah, salah satu pengrajin gula kelapa mengatakan bahwa setelah dilakukan pendampingan dihasilkan gula kelapa yang lebih manis, tidak berbau kapur, warna lebih cerah, lebih higienis dan praktis.

Sementara Karseno  pencipta TANGKIS yang juga doktor dari Applied Biopharmaceutical Sciences, Osaka University Jepang memaparkan TANGKIS merupakan pengawet nira (dikenal laru) alami instan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang diformulasikan dari hasil kajian penelitian baik skala laboratorium maupun pengujian di lapangan pada tingkat petani (perajin gula).

Karseno yang juga Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pangan, Pascasarjana Fakultas Pertanian Unsoed menambahkan gula kelapa yang menggunakan TANGKIS selain bagus kualitasnya, juga tinggi aktivitas antioksidannya sehingga baik sebagai bahan untuk pengembangan pangan fungsional.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response