Taman Tebing Breksi, Wisata Alam Sisa Vulkanis Gunung Api Purba

 

Matamatanews.com, SLEMAN - Sejak ditutupnya aktivitas penambangan batu oleh pemerintah DIY pada tahun 2014 silam, masyarakat setempat menjadikan Tebing Breksi yang berada di Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Sleman Prop. DIY ini sebagai tempat wisata alam. Penutupan area penambangan itu didasarkan hasil kajian para ahli geologi yang menyatakan bebatuan yang ada di tebing itu merupakan sisa proses vulkanis gunung api purba Nglanggeran.

Berdasar catatan geologi, di Yogyakarta terdapat geotapak geotapak yang mewakili sejarah geologi Jawa. Geotapak merupakan suatu situs atau singkapan bebatuan yang memiliki nilai geologi yang penting, mempunyai rentang waktu panjang hingga 50 juta tahun lalu.

Taman Tebing Breksi menawarkan pesona alam dari ketinggian, dimana kita dapat melihat panorama situs situs di sekitarnya seperti Candi Barong, Kraton Ratu Boko, Candi Prambanan, dan candi Sojiwan. Selain itu para pengunjung dapat menikmati keelokan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Pengelolaan wisata Taman Tebing Breksi ditangani langsung oleh BUMDes Desa Sambirejo yang tergabung dalam wadah perkumpulan Lowoijo. Menurut pengelola wisata ada beberapa keunikan yang akan dijumpai di sana, diantaranya :

a. Panggung Terbuka Tlatar Seneng, dengan daya tampung 1000 penonton dapat digunakan sebagai arena pentas seni maupun event.

b. Kebun Buah atau Taman Komunikasi, merupakan salah satu aksi penanaman buah dari para donatur dan komunitas.

c. Relief Wayang, sebagai daya tarik pengunjung pengelola sengaja membuat relief wayang di tebing dengan tema Arjuna vs Buta Cakil.

d. Patung Semar, sebagai simbol falsafah orang jawa yang menggambarkan bersatunya rakyat dengan penguasa dan Sang Pencipta.

e. Workshop Pahat, Batik dan Area Adventure. Tempat ini menawarkan seni batik dan pahat sebagai edukasi, inspirasi, belajar, dan reputasi bagi para peserta. Selain itu tempat ini akan memanjakan para pecinta trail, offroad atau sepeda gunung karena pengelola berencana membuat sepeda Downhill, Rappling, Flying Fox dan arena lainnya.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response