Takut Kerusuhan, Sejumlah Sekolah di Kashmir Masih Sepi

 

Matamatanews.com, SRINAGAR—Meski sejumlah sekolah di Kashmir pada Senin (19/8/2019) telah dibuka, namun sebagian kelas masih terlihat kosong karena para orangtua masih menahan anak-anak mereka di rumah, karena khawatir atas keputusan New Delhi dua pekan yang mencabut status ekonomi daerah Kashmir.Ada sekitar 190 sekolah di Srinagar yang telah dibuka sebagai tanda bahwa mayoritas Muslim Jammu dan Kashmir telah berjalan normal pasca unjukrasa berujung kekerasan.Para orang tua mengatakan anak-anak mereka akan tinggal di rumah sampai jaringan seluler dipulihkan dan mereka dapat menghubungi mereka.

“Bagaimana kita bisa mempertaruhkan nyawa anak-anak kita?” Kata Gulzar Ahmad, ayah dari dua anak yang terdaftar di sebuah sekolah di distrik Batamallo di kota tempat protes terjadi.

"Tentara telah menangkap anak-anak kecil dalam dua minggu terakhir dan beberapa anak terluka dalam bentrokan," katanya. “Anak-anak kita aman di dalam rumah mereka. Jika mereka pergi ke sekolah, siapa yang bisa menjamin keselamatan mereka? ”.Sejauh ini pihak berwenang tidak ada yang bersedia untuk dimintai komentarnya,namun membantah adanya penangkapan massal.

Protes dimulai setelah keputusan 5 Agustus oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi untuk menarik status khusus Kashmir yang diduduki dan mengintegrasikan sepenuhnya ke India, dengan hak yang sama bagi semua orang India untuk membeli properti di sana dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan  pemerintah.

Para kritikus mengatakan keputusan itu akan mengasingkan banyak warga Kashmir dan memicu untuk pemberontakan 30 tahun di wilayah Himalaya yang juga diklaim Pakistan.Pada akhir pekan, warga Srinagar  melemparkan batu dan bentrok dengan polisi hingga menyebabkan puluhan orang terluka, kata dua pejabat senior dan saksi mata.

Wartawan Reuters mengunjungi sejumlah sekolah di Srinagar pada hari Senin (19/8/2019) dan didapati ruang kelas yang sepi  serta gerbang yang dikunci. Seorang pejabat sekolah mengatakan, hanya satu siswa yang muncul di Presentation Convent Higher Secondary School, yang memiliki 1.000 siswa, dan kemudian ia pulang.

Terdapat sejumlah guru meski tidak ada siswa yang muncul di sekolah Burn Hall. Sekolah tersebut dibarikade di salah satu zona keamanan tinggi kota. "Bagaimana siswa dapat datang ke kelas dalam situasi yang tidak menentu seperti ini? Pemerintah mengubah anak-anak kecil ini menjadi makanan meriam," kata seorang guru, seraya menambahkan bahwa sekolah-sekolah harus tetap ditutup sampai situasinya normal.

Adapun keputusan New Delhi tentang Kashmir telah meningkatkan ketegangan dengan tetangganya, Pakistan, dan memicu baku tembak di lintas perbatasan.Kementerian luar negeri Pakistan menyatakan, dalam insiden terakhir, dua warga sipil tewas di Kashmir yang dikuasai Pakistan oleh tentara India yang menembak melintasi perbatasan. 

"Pelanggaran gencatan senjata oleh India merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan regional dan dapat menyebabkan kesalahan perhitungan strategis," kata kementerian luar negeri.(bar/pakistan today/rep/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response