Taktik Politik Trump dan Wilders sama dengan ISIS

 

Matamatanews.com, BELANDA-- Kepala badan urusan HAM PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan, politisi seperti tokoh nasionalis Belanda, Geert Wilders dan Capres AS Donald Trump memanfaatkan rasa takut dan janji-janji palsu untuk menarik perhatian pemilih. Mereka ketergantungan pada " Kebenaran yang separuh-separuh dan terlalu menggampangkan persoalan" merupakan taktik komunikasi yang digunakan oleh kelompok ekstremis ISIS dalam propagandanya.” Katanya pada konferensi mengenai keamanan dan keadilan di Den Haag, Senin (8/5/2016).

"Jangan salah, saya tidak menyamakan tindakan para tokoh nasionalis tersebut dengan ISIS yang jahat, memuakkan, dan ISIS harus diadili. Tetapi dalam politik komunikasi mereka, penggunaan kebenaran yang setengah-setengah dan penyederhanaan berlebihan, sangat mirip dengan taktik propaganda ISIS. Keduanya saling memanfaatkan satu sama lain, tidak akan memperluas pengaruhnya tanpa tindakan satu sama lain.” ungkap al-Hussein.

Zeid mengatakan bahwa mereka menggunakan cara komunikasi dengan membuat orang yang gelisah, menjadi sangat tidak nyaman dan resah. Dan menekankan bahwa semua itu karena sebuah kelompok yang ada di dalam maupun di luar dan mengancam. Setelah menekan, mereka membuat orang yang diajak bicara merasa nyaman. Lalu menawarkan apa yang mereka inginkan, tetapi menjanjikan tindakan yang sangat tidak adil terhadap orang lain," katanya.

Dari komentar yang dilontarkan Al-Hussein pada Wilders, membuat Belanda mengeluarkan manifesto yang menyerukan larangan menerima imigran dari negara-negara Muslim, menutup masjid dan sekolah Islam, serta melarang Al-Qur’an.

Wilders menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Zeid Ra'ad al-Hussein sebagai idiot dan PBB suatu "badan yang aneh". Al-Hussein menyerukan orang untuk "angkat bicara dengan lantang" dengan mengatakan bahwa kata-kata Wilders kini tidak banyak menarik reaksi, tetapi "akan menciptakan kemarahan di seluruh dunia".  (Did/Berbagai Sumber)

sam

No comment

Leave a Response