Takmir Masjid Agung Baitussalam Meniadakan Segala Aktifitas Selama Ramadhan

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Pada 10 Februari 2020 WHO memberikan nama jenis penyakit yang disebabkan oleh virus corona dengan nama COVID-19. Penyakit ini muncul pertama kali pada Desember 2019 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-2. Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto meniadakan kegiatan yang mengundang massa selama bulan suci Ramadhan 1441 H/2020 M. Kegiatan itu berupa buka puasa dan sahur bersama, kajian bulan Ramadhan, tadarus Alquran, i'tikaf,  dan tarawih. 

"Hal tersebut sesuai rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah, Kementerian Agama RI, dan Ormas Islam. Sebab kita tidak tahu siapa yang datang membawa virus dan tidak membawa virus, "ungkap Humas Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.

Einstein menambahkan memasuki bulan Ramadhan ini, Takmir Masjid Agung menganjurkan pada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan di rumah masing-masing seperti sahur,  buka puasa, tarawih, tadarus, dan Jum'atan diganti Shalat Dzhuhur.

Sementara Ketua Takmir MAB Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. mengatakan salah satu kegiatan Ramadhan 1441 H/2020 M di Masjid Agung adalah pengumpulan Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS). Menurutnya, pengumpulan  ZIS sudah dilaksanakan setiap hari kerja oleh pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung dengan menerapkan KLL (Konsep Layanan Langsung) dan KJM (Konsep Jemput Muzakki.  

"Untuk KLL Takmir Masjid Agung telah menyediakan dan membuka kantor khusus ZIS yang berada satu kompleks dengan Masjid Agung di sebelah Utara dengan ruang relatif luas, nyaman, dan ber AC. Adapun petugas yang siap untuk menerima setoran langsung ZIS adalah H.Turham dan Saiful HUda pada pukul 08.00 - 19.30. Selain itu untuk KJM UPZ Masjid Agung telah membuka rekening di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto dengan nomor. 709 80 444 55, " terang Dr.H.Hizbul.

Dr.H.Hizbul Dosen IAIN Purwokerto ini menjelaskan Zakat Fitrah dan Maal yang terkumpul akan dibagikan kepada fakir dan miskin baik dari kalangan jamaah rutin, dan masyarakat sekitar yang berjumlah sekitar 700 mustahik dalam bentuk beras. Teknis pembagian akan dilakukan dengan  model "pool" di beberapa tempat, sebelumnya petugas "pool" telah diberi kartu (girik) untuk dibagikan kepada mereka yang berhak menerima. Sedangkan waktu pembagiannya masih menggunakan pola lama yaitu H - 5 hari sebelum Idul Fitri.

Lebih lanjut Tim WASLITEK Kementerian Agama RI ini menjelaskan untuk shodaqoh dan infak yang terkumpul sebagian akan dibagikan kepada sabililah, ibnu sabil, sebagian lagi akan diformasikan bagi penyelesaian "finising" perbaikan Masjid Agung yang saat ini masih memerlukan biaya yang cukup besar. 

"Awalnya hanya penggantian "canopi" bagian dalam, kini melebar ke pengecatan seluruh bagian masjid dan akan dilakukan pemugaran kamar mandi dan WC, " pungkas Hizbul. (hen/berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response