Tahun 2022 Hongkong Jadi Tuan Rumah Gay Games

 

Matamatanews.com, HONGKONG—Tahun 2022 mendatang  Hongkong  akan menjadi negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah Gay Games, padahal selama ini  kehadiran kelompok Lesbian,Gay,Biseksual, dan Transeksual masih tabu bagi masyarakat Asia pada umumnya.Hongkong yang dikenal sebagai kota otonom Cina itu ternyata mampu menyigkirkan kota-kota besar lainnya di Amerika Serikat dan Meksiko untuk menjadi kota Asia pertama bersedia menjadi tuan rumah Gay games 2022.

Hongkong yang dikenal sebagai salah satu kota di Asia yang tidak pernah lelap dalam bisnis, rupanya memiliki daya tarik tersendiri terutama bagi kaum LGBT. Pergerakan kelompok LGBT berangsur meningkat  tajam. Bahkan Pengadilan Konstitusional Taiwan tahun 2017 ini menyatakan bahwa pasangan sesama jenis memiliki hak untuk menikah secara sah dan resmi. Dan itu menjadi keputusan pertama  di wilayah tersebut.

Disebut sejumlah sumber, kini sedikit  ada 17 kota menyatakan minatnya untuk menggelar Gay games 2022, 13 kota diantaranya di Amerika Serikat. "Dampak bahwa Gay Games di kota-kota tuan rumah luar biasa dalam hal budaya, olahraga, dampak ekonomi, sejarah dan yang terpenting meningkatkan semua hal kesetaraan LGBT ," demikian bunyi pernyataan Federasi Gay Games seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (31/10/2017).

Pesta olah raga tersebut disebut-sebut sebagai rangkaian olah raga dan budaya global LGBT terbesar. "Peserta tidak harus menjadi gay," kata panitia penyelenggara. Pendukung pencalonan tuan rumah tersebut menggambarkan pesta olah raga tersebut sebagai kemenangan untuk status komunitas LGBT di kota tersebut.

"Ini adalah langkah maju yang besar bagi Hong Kong untuk bisa memenangkan pertandingan dunia ini dan ini juga merupakan langkah besar untuk keragaman inklusi," kata Alfred Chan, ketua Komisi Kesamaan Kesempatan Hong Kong, badan hukum yang mendukung pencalonan.

Hong Kong, koloni Inggris yang kosmopolitan, kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997 dengan formula "satu negara, dua sistem" yang menjanjikan tingkat otonomi dan kebebasan yang tinggi yang tidak dinikmati di China. Sementara diskriminasi berdasarkan orientasi seksual adalah ilegal, pernikahan gay tidak dikenal di wilayah tersebut.

"Saya tidak merasa ada diskriminasi. Tapi tentu saja saya tahu beberapa di luar sana (melakukannya)," kata penduduk Hong Kong berusia 46 tahun Eddie Leung.

"Karena itulah kita harus berjuang," sambung Leung, yang ikut dalam Gay Games di Sydney 15 tahun lalu.Menurut siaran pers Hong Kong pesta olah raga itu diharapkan dapat menarik lebih dari 15.000 peserta dan memberikan pemasukan ekonomi senilai USD 128,19 juta untuk ekonomi.

Daftar panjang perusahaan masuk dalam tim pendukung termasuk maskapai Cathay Pacific, perusahaan jasa keuangan Credit Suisse Hong Kong Limited dan firma hukum Linklaters LLP.

Komunitas LGBT di kota tersebut menandai sebuah kemenangan politik pada bulan September ketika sebuah pengadilan banding memutuskan bahwa seorang lesbian Inggris yang pasangannya bekerja di kota tersebut harus diberi visa pasangan.

Di daratan China, homoseksualitas tidak ilegal, meskipun negara menganggapnya sebagai gangguan jiwa sampai tahun 2001. Banyak kota besar telah mengalami gaya hidup gay, namun banyak individu gay masih menghadapi tekanan dari keluarga dan sosial untuk menikah serta memiliki anak.

Gay Games 2018 akan berlangsung di Paris mulai 4-12 Agustus, menampilkan 36 cabang olahraga, 14 acara budaya, sebuah konferensi akademis, dan hingga 15.000 peserta dari 70 negara. Gay Games digagas oleh Tom Waddell, atlet decathlon Olimpiade, dan pertama kali diadakan di San Francisco pada tahun 1982. (bar/snd/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response