Suroto : Hari Koperasi Seharusnya Citrakan Suara Gerakan, Bukan Event Organizer

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Ka. Dept. Humas PP KAUNSOED Alief Einstein mengungkapkan, tanggal 12 Juli 2019 mendatang akan diselenggarakan perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang akan dipusatkan di Purwokerto, Jawa Tengah, tempat kelahiran koperasi pertama di Indonesia.

Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed Angkatan 1995 Suroto (43th) mengungkapkan bahwa dalam kegiatan seremoni tersebut rencananya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta jajaran Kabinet. Kegiatan ini melibatkan 12 ribu orang peserta dari seluruh tanah air.

"Setiap tahun, Perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) selalu saja terlihat seremonial. Tapi kondisi koperasi tetap tertinggal di buritan ditelan oleh mafia kartel. konglomerasi bisnis privat yang eksploitatif, " ujar Suroto (Wakil Ketua Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR).

Menurut Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK) ini, sampai hari ini jumlah koperasi kita sebanyak 150 ribu. Jumlah ini kalau dirata-rata berarti ada 2 di tingkat desa. Tapi rupanya kondisi ini belum juga memberikan makna bagi kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ini dapat kita lihat dari kontibusi koperasi terhadap PDB ( Produk Domestik Bruto) yang kurang dari 5 persen. 

Faktanya menurut Suroto koperasi hanya jadi nyanyian indah dalam seremoni. Tapi tidak dalam praktek hidup sehari-hari kita. Usaha mikro kecil kita jumlahnya 98,9 persen. Mereka dibiarkan berkompetisi satu sama yang lain tanpa aturan yang memadai. Sementara hulunya semua dikuasai dalam sistem duo ologipoli. 

"Ini sama saja praktek dari homo homini lupus, manusia satu memangsa manusia yang lain. Ini jelas tidak sesuai dengan konsep sistem demokrasi ekonomi sebagaimana kita anut, " kata Suroto yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES).

Menurutnya, kita juga menjadi sangat ketinggalan dengan koperasi di negara lain yang sudah menjadi konglomerasi milik rakyat. Sebut misalnya satu koperasi NTUC Fair Price di Singapura yang kuasai 73 persen market ritel di negara itu, SANASA yang kuasai 16 sektor strategis bisnis di negara ini. Koperasi NRECA (National Rural Elextricity Co-operative Association (NRECA) yang menjadi penyedia layanan listrik yang beroperasi di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Koperasi susu Fonterra dari New Zeland yang kuasai 34 persen pangsa pasar koperasi dunia, Koperasi Kredit Desjardin yang jadi bank terbaik Canada dan lain sebagainya.

Kemudian Manajer Koperasi Bina Usaha Mandiri Profesional ini menerangkan bahwa koperasi bergerak di seluruh sektor ekonomi sampai dengan layanan publik. Dari pemenuhan kebutuhan sehari hari hingga penyediaan layanan publik semacam rumah sakit, sekolah, kampus, transportasi, listrik dan lain-lain. Prof Joseph Stigliz, penerima Nobel Ekonomi belum lama ini bahkan mengajak untuk semua pihak belajar dari koperasi untuk mencegah ketidakadilan ekonomi dan kondisi stagflasi pasar dunia saat ini. 

Harusnya kegiatan semacam Harkop itu menurut Suroto menjadi milik gerakan koperasi, bukan diorganisir oleh event organizer yang motifnya mencari untung sampai-sampai usaha koperasi yang memiliki kualitas produk tidak bisa ikut menyewa stand karena ternyata stand yang ada dijual hingga 30 juta rupiah per stand. 

Dia menambahkan harusnya koperasi jadi ajang untuk melakukan refleksi bersama, bahwa koperasi yang telah sejak 3 tahun lalu diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu adalah gerakan menolong diri sendiri melalui cara kerjasama. "Bukan dari pemerintah untuk event organizer yang berorientasi profit. Sehingga nyambung dengan tema yang diusung " Reformasi Total Koperasi, " pungkasnya.

Otobiografi Suroto

Dia adalah Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed angkatan 1995. Pria kelahiran Klaten 11 Desember 1976 ini memulai kuliahnya di FEB Unsoed tahun 1995. Di organisasi Koperasi dia adalah Wakil Ketua Induk Koperasi Usaha Rakyat ( INKUR), Ketua Koperasi Trisakti Bhakti Pertiwi ( KOSAKTI), Manajer Koperasi Bina Usaha Mandiri Profesional ( KBUMP), Pencetus dan Penasehat Koperasi KOPKUN. 

Selain itu dia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES), Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK). Pengalaman lainnya Mantan Ketua Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia ( LSP2I), Mantan Manajer Proyek ICA (Intenational Co-operative Alliance) di Aceh paska Tsunami, Peserta Perintis ICA Committe Youth dari Asia Pasifik, Peserta Perintis Asia-Pasific for  Co-operative Initiative Research, dan lainnya.

Dia juga Penulis Antologi Youth Reinventing Cooperative , University Victoria Canada 2003, Peserta Short Course Ekonomi Global di Beijing China tahun 2010, Peserta Penulisan Sejarah Koperasi Dunia di Stockholm Swedia 2011. *(hen/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response